Pelaku di Bawah Umur Dugaan Penganiayaan Berencana di Pangandaran Mendapatkan Diversi

Pelaku di Bawah Umur Dugaan Penganiayaan Berencana di Pangandaran Mendapatkan Diversi

Proses mediasi antara keluarga pelaku dan korban dugaan penganiayaan berencana. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pelaku dugaan penganiayaan berencana terhadap Mohamad Samino yang masih di bawah umur akhirnya didiversi setelah kedua belah pihak saling memaafkan. Sedangkan dua pelaku dikirimkan ke Polres Ciamis untuk menjalani proses hukum.

Sebelumnya, Mohamad Samino menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh 3 pelaku, yakni R, A dan D hingga mengalami luka memar di bagian mata, bibir bagian dalam hingga harus mendapatkan penanganan medis.

Didik Puguh, Kuasa Hukum Mohamad Samino, mengatakan, disepakatinya diversi bagi pelaku D yang masih di bawah umur tersebut setelah dari pihak keluarga D meminta maaf dan mengajukan diversi yang disaksikan Polsek Pangandaran, Kuasa Hukum Samino serta Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Garut wilayah Priangan Timur.

“Setelah mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya yang melanggar hukum, dan tidak akan saling menuntut atas perbuatan masing-masing, akhirnya mereka saling memaafkan dan bisa silaturahim seperti biasa,” kata Didik kepada HR Online, Kamis (14/12/2017).

Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadi melalui Panit I Reskrim Polsek Pangandaran, Ipda Yaya Koswara, mengatakan, bahwa kedua tersangka telah dikirim ke Polres Ciamis guna menjalani proses hukum. Sementara pelaku di bawah umur ditangani Balai Pemasyarakatan (Bapas) Garut.

“Penanganan kasus anak bukan dihukum, hanya ditetapkan dan dibina oleh negara sesuai dengan UU No 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA),” kata Yaya kepada HR Online.

Sementara itu, Pembimbing Bapas Garut wilayah Priangan Timur, Lukmanul Hakim, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan medias dalam rangka memfasilitasi penanganan anak di bawah umur.

“Pelaku yang di bawah umu perlu dibina. Pelaku ditempatkan di LPKS YPI I’anatus Sibyan yang berlokasi di Kecamatan Mangunjaya. Karena masih di bawah umur, makanya diberlakukan diversi,” katanya.

Lukam juga menegaskan bahwa kedua belah pihak telah sepakat saling memaafkan dan tidak akan saling menuntut atau menggugat baik perdata maupaun pidana di kemudian hari.

“Mereka sepakat setelah dimediasi dan akan dibina oleh lembaga yang ditunjuk oleh Bapas Garut. Selama 3 sampai 6 bulan, pelaku wajib lapor setiap sebulan sekali sesuai peraturan yang berlaku,” pungkas Lukmanul Hakim. (Mad/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles