Perusahaan Bayar Upah di Bawah UMK Pangandaran, Iwan M Ridwan; Hak Pekerja Harus Diperhatikan!

Perusahaan Bayar Upah di Bawah UMK Pangandaran, Iwan M Ridwan; Hak Pekerja Harus Diperhatikan!

H. Iwan M Ridwan, Ketua DPRD Pangandaran. Foto: Dokumen HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, H. Iwan M Ridwan, menyoroti perihal hak pekerja untuk mendapatkan penghasilan yang sesuai standar. Untuk mewujudkannya, pemerintah melalui kebijakan penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) harus berdasarkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

“Pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimun. Ini sudah jelas di dalam pasal 90 UU Ketenagakerjaan,” tegasnya kepada HR Online, Minggu (17/12/2017).

Ia menilai, UMK merupakan batas pengaman guna melindungi para pekerja yang memang seharusnya tidak boleh dilanggar oleh perusahaan. Sebab, menurutnya, tidak ada korelasi antara UMK dengan produktifitas alias sudah menjadi kewajiban pengusaha yang harus dilaksanakan.

“Jika di Kabupaten Pangandaran masih ada buruh atau karyawan yang menerima upah dibawah ketentuan yang telah ditetapkan, saya akan berkordinasi dengan dinas terkait dan menanyakan kenapa hal tersebut bisa terjadi,” kata H. Iwan M Ridwan lagi. 

Meski masalah upah buruh masih dianggap kurang populis, lanjutnya, namun dirinya sebagai wakil rakyat tetap akan memperhatikan nasib para pekerja agar haknya terpenuhi.

“Saya sebagai wakil rakyat yang duduk di DPRD harus bisa mendengar dan memperhatikan aspirasi sekecil apa pun itu yang ada di masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Pangandaran ini,” pungkas H. Iwan. 

Seperti diketahui, Dinas Tenaga Kerja, Industri dan Transmigrasi Kabupaten Pangandaran mengungkapkan, bahwa Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pangandaran tahun 2018 naik menjadi Rp. 1.558.793,94 dari sebelumnya Rp. Rp 1.433.901,15 perbulan. Keputusan tersebut sesuai dengan SK Gubernur Jabar berdasarkan hasil survey kebutuhan hidup layak serta PP Nomor 78 tahun 2015 yang di dalamnya menjelaskan soal inflasi dan daya beli masyarakat. (Mad/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles