Rumah Terdampak RS Langensari, DPU Banjar; Semua Warga Pemilik Sudah Setuju

Rumah Terdampak RS Langensari, DPU Banjar; Semua Warga Pemilik Sudah Setuju

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Banjar bersama BPN, saat melakukan pengukuran tanah dan rumah yang ikut tergusur pembebasan lahan, Rabu (06/12/2017). Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Banjar, Tantri, mengklaim, bahwa dari sejumlah rumah yang ikut tergusur, semua warga pemilik sudah menyetujuinya.

Hal itu terkait dengan adanya beberapa bangunan berupa rumah warga yang ikut tergusur imbas dari proses pembebasan lahan untuk pembangunan SD, kantor BPP dan Kantor Kelurahan Muktisari, dampak dari adanya pembangunan Rumah Sakit Langensari. Seperti diberitakan Koran HR pada edisi sbelumnya.

Menurut Tantri, awalnya memang ada warga yang keberatan rumahnya dibebaskan. Tapi pihaknya bersyukur, karena sekarang warga tersebut sudah menyetujuinya, dan pengukuran lahan telah dilakukan bersama pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN), pada hari Rabu (06/12/2017) lalu.

“Pembebasan lahan ini untuk kebaikan dan kepentingan bersama. Nantinya, area lahan tersebut bertujuan agar percepatan dan peningkatan infrastruktur kota, pada akhirnya dinikmati sebagai penunjang kehidupan seluruh warga Kota Banjar,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, bahwa untuk harga rumah memang belum bisa ditentukan karena masih dan sedang dalam proses survei dan pengukuran. Nanti, bila sudah selesai baru diketahui atau dinilai dengan melihat kondisi rumah yang bersangkutan.

“Yang jelas, baik harga ganti rugi rumah maupun bidang tanah, ditentukan berdasarkan appraisal dari panitia pengadaan dengan dibantu pihak BPN,” terangnya.

Tantri menyebutkan, rumah warga yang ikut tergusur jumahnya sebanyak 7 unit, termasuk sebuah mushola. Untuk mushola, perhitungan penggantiannya berbeda atau ada perlakuan khusus.

Untuk harga tanah per-batanya sejak satu bulan lalu sudah keluar dan telah disampaikannya, bahkan warga pemilik sudah menyepakatinya lantaran harga yang diberikan wajar dan sesuai aturan.

“Sekarang tinggal pencairan saja sambil menunggu semua administrasi setiap pemilik tanah beres. Termasuk pembuatan rekening tabungan BJB,” tandasnya.

Lebih lanjut Tantri menjelaskan, nilai harga tanah ditentukan berdasarkan letak atau posisinya. Atau terbagi menjadi empat kategori/klasifikasi, yaitu dilihat akses jalan raya, akses jalan lingkungan, akses jalan setapak/keep, dan sama sekali tak ada akses jalan.

Jadi, dari total tanah yang dibebaskan seluas 1 hektare lebih itu, harga per batanya akan berbeda-beda sesuai klasifikasi tersebut. Sedangkan, jumlah pemilik tanah adalah sebanyak 17 orang.

Pihaknya pun atas nama Pemkot Banjar, mengucapkan terima kasih kepada warga pemilik lahan yang mendukung program pembangunan dengan sudah merelakan tanah dan bangunan rumahnya dilepas, tak terkecuali terhadap seluruh warga.

“Terima kasih atas segala dukungannya, semoga proses pembebasan lahan ini tetap lancar demi suksesnya pembangunan Kota Banjar,” pungkasnya. (Nanks/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles