Upah Tak Dibayar, Remaja Ini Jalan Kaki dari Cilacap Menuju Garut, Baru Sampai di Ciamis Pingsan

Cucu Setiawan (19), seorang remaja yang ditemukan pingsan setelah berjalan kaki dari Cilacap Jawa Tengah menuju kampung halamannya di Kabupaten Garut Jawa Barat. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kehabisan uang karena upah kerjanya tak dibayar, seorang remaja laki-laki yang diketahui bernama Cucu Setiawan (19), nekad memutuskan berjalan kaki dari Cilacap Jawa Tengah menuju kampung halamannya di Kabupaten Garut Jawa Barat. Namun, baru sampai di Ciamis atau setelah berjalan kaki selama satu minggu dari Cilacap, akhirnya dia tumbang dan ditemukan pingsan dengan kondisi lemah di sebuah mesjid di Dusun Bunirasa, Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (17/12/2017).

Dari informasi yang dihimpun HR Online, pada kartu identitasnya remaja ini tercatat sebagai warga Desa Karyajaya, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Saat dimintai keterangan oleh aparat desa setempat, dia mengaku mengalami pingsan karena kelelahan dan perutnya sakit menahan lapar setelah satu minggu berjalan kaki dari Cilacap.

“Baru sampai Ciamis, anak ini sudah kehabisan uang, sehingga tidak bisa beli makan. Saat singgah di deerah kami, dia memutuskan beristirahat di mesjid. Namun, karena kondisinya lemah karena kelaparan, akhirnya dia pingsan hingga tak sadarkan diri,” ujar perangkat desa Pemerintahan Desa (Pemdes) Pawindan, Akhmad Himawan, kepada HR Online, Senin (18/12/2017).

Cucu Setiawan (19), seorang remaja yang ditemukan pingsan setelah berjalan kaki dari Cilacap Jawa Tengah menuju kampung halamannya di Kabupaten Garut Jawa Barat. Foto: Istimewa

Saat diketahui tengah terbaring di mesjid dengan kondisi pingsan, lanjut Akhmad, kemudian warga membawanya ke rumah kepala dusun setempat. Setelah itu, warga pun memanggil dokter untuk memeriksa kesehatan remaja tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan dokter memang anak ini kelelahan dan kehabisan energi,  karena kurang mendapat asupan makanan. Setelah itu kami memberinya makan dan susu untuk mengembalikan staminanya. Alhamdulilah kondisinya sekarang berangsur membaik dan sudah bisa berkomunikasi,” terangnya.

Saat dimintai keterangan, kata Akhmad, remaja tersebut mengaku pergi ke Cilacap untuk bekerja sebagai buruh. Namun, dalam perjalanannya, majikannya tidak membayarkan upah kerjanya. “Namun, kami tidak sampai mengorek lebih dalam dia bekerja dimana. Hanya dia mengaku kehabisan uang saat berada di Cilacap, karena upah kerjanya tidak dibayar oleh majikannya. Dia akhirnya nekad pulang kampung dengan berjalan kaki dari Cilacap menuju Garut,” ujarnya.

Akhmad menambahkan, setelah kondisi kesehatannya berangsur membaik, pihaknya kemudian mengantarkan remaja tersebut ke kantor Dinas Sosial Kabupaten Ciamis untuk segera dipulangkan ke keluarganya di Kabupaten Garut. “Kami sempat posting mengenai kabar ini di media sosial. Kebetulan ada orang yang mengenal anak ini. Dan orang itupun siap memberikan bantuan untuk memberikan kabar kepada keluarganya,” ujarnya.

Rencananya, kata Akhmad, pada Senin (18/12/2017) ini, Dinas Sosial akan mengantar remaja tersebut pulang ke keluarganya di Kabupaten Garut. (R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA