Akibat Angin Kencang, Rumah Warga Pangandaran Rusak Tertimpa Pohon, Penghuninya Alami Luka

19/01/2018
Akibat Angin Kencang, Rumah Warga Pangandaran Rusak Tertimpa Pohon, Penghuninya Alami Luka

Sebuah pohon albasiah ukuran cukup besar tumbang dan menimpa rumah milik Sugiana, warga Blok Karangtirta, Dusun Cipari RT 5/RW 2 Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (19/1/2018), sekitar pukul 13.00 WIB. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Akibat disapu angin kencang, sebuah pohon albasiah ukuran cukup besar tumbang dan menimpa rumah milik Sugiana, warga Blok Karangtirta, Dusun Cipari RT 5/RW 2 Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (19/1/2018), sekitar pukul 13.00 WIB. Akibatnya, rumah tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah dan penguninya pun turut mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan.

Menurut Ari Handani, (19) warga setempat, pohon tumbang yang menimpa rumah korban disebabkan angin kencang yang melanda daerah tersebut. Sementara penghuni rumah yang mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan adalah Rehan Maulana (1,6) dan Nugraha Maulana (14). Keduanya mengalami luka-luka hingga harus mendapat tindakan medis di Puskesmas Cikembulan.

Ari menjelaskan, sebelum pohon jenis albasiah itu tumbang, warga setempat sempat menyarankan kepada pemilik tanah agar pohon yang sudah doyong itu segera ditebang. Pasalnya, apabila pohon tersebut tumbang, dipastikan akan menimpa rumah warga. Meski sudah ada desakan dari warga, namun pemilik tanah tak bergeming. “Padahal warga sudah mengingatkan pemiliknya agar pohon albasiah itu ditebang. Tapi dia tidak menghiraukan,” ujarnya.

Ari menambahkan, di dekat pohon yang sudah tumbang, masih terdapat satu pohon albasiah yang masih tegak berdiri. Dan pohon itupun apabila tumbang dipastikan akan kembali menimpa rumah warga.

“Setelah ada kejadian ini, warga berharap aparat terkait turun tangan untuk melakukan penebangan terhadap pohon yang satunya lagi. Karena apabila ditegur oleh warga dikhawatirkan terjadi konflik dengan pemilik tanah,” pungkasnya. (Mad2/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles