Calon Pengisi Kekosongan Jabatan Kepsek di Banjar Sudah Disiapkan Sejak 2015

Photo: Ilustrasi.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Banjar, Jawa Barat, pada tahun 2018-2019, ternyata sebagai calon penggantinya sudah disiapkan sejak jauh hari, yakni dengan adanya sejumlah guru yang telah mengikuti pelatihan dan seleksi di tahun 2015 lalu.

Namun, hingga kini hal itu masih menjadi daftar tunggu untuk mengsinya, karena belum memenuhi ketentuan Perwalkot yang ada. Artinya, guru yang bersangkutan belum mencapai golongan IV A. Terlebih untuk diangkat tahun sekarang ini terhambat adanya perhelatan Pilkada 2018. [Baca berita terkait; Tahun 2018-2019, Jabatan Kepsek di Banjar Dipastikan Banyak Kosong].

Seperti diungkapkan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Agus Sumarga, bahwa kekosongan beberapa kepala sekolah SD di wilayah kerjanya sudah terjadi sejak tahun 2017.

“Sebenarnya untuk calon penggantinya sudah disiapkan, dimana beberapa guru telah mengikuti bimtek dan seleksi jabatan dimaksud pada 2015 lalu. Tapi saya sendiri tak tahu persis kenapa Dinas Pendidikan sampai sekarang belum mengangkat kepala sekolah yang baru untuk mengisi kekosongan tersebut,” katanya, kepada HR Online, Senin (15/01/2018).

Tapi yang jelas, lanjut Agus, persoalan kekosongan kepala sekolah tingkat SD sudah menjadi salah satu perhatian serius pihak UPTD. Bahkan, pihaknya pun sudah mengusulkan kembali kepada walikota melalui Dinas Pendidikan agar penggantinya segera diangkat atau dikukuhkan.

Dia juga mengatakan, sementara ini Disdik baru sebatas melakukan pengisian kepala sekolah yang kosong oleh Plt, atau diisi pejabat yang rangkap jabatan. Di wilayahnya saja hingga saat ini ada dua SD yang jabatan kepala sekolahnya kosong dan diisi oleh Plt, yaitu SDN 3 Rejasari dan SDN 1 Muktisari.

Agus tak memungkiri, bahwa jabatan kepala sekolah yang diisi oleh Plt memang kurang efektif, sebab yang bersangkutan tidak mempunyai kebijakan pada sekolahnya. Sehingga, segala kebijakan maupun persolan masih akan dilimpahkan ke Disdik.

“Jadi alangkah baiknya kekosongan kepala sekolah harus segera diatasi, jangan berlarut-larut dengan sebatas upaya solusi diisi oleh pejabat rangkap jabatan. Sebab, jumlah kekosongan jabatan itu akan semakin bertambah,” harap Agus.

Dia menyebutkan, untuk di Kecamatan Langensari saja, di tahun 2018 ini akan ada 1 kepala sekolah tingkat SD yang kosong karena pejabat bersangkutan pensiun. Kemudian, di tahun 2019 ada sebanyak 8 kepala sekolah. Belum lagi dalam kurun waktu 2018-2019 akan terjadi pensiun besar-besaran. Untuk se-Kota Banjar, diperkirakan jumlahnya bisa mencapai 100 lebih guru pensiun.

Seyogyanya Kota Banjar ini, menurut Agus, membutuhkan guru PNS baru, namun sementara ini belum diketahui jelas kapan pemerintah pusat akan melakukan pengangkatan CPNS. Apalagi Honorer K2 belum tentu otomatis diangkat CPNS. Dimungkinkan kalau ada pun harus mengikuti seleksi atau test secara umum. “Kondisi yang ada saat ini pun pada setiap SD sudah sangat membutuhkan tambahan guru PNS,” tandas Agus. (Nanks/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA