Harga Komoditas Ikan Naik, Kolam Pemancingan di Lumbung Ciamis Sepi Pengunjung

Foto: Ilustrasi ne/ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com), –

Sepekan terakhir ini, harga ikan mas di wilayah Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis mengalami kenaikan. Akibatnya, kolam pemancingan yang terdapat di wilayah Desa Lumbung sepi pengunjung.

Ade Saepudin, pemilik kolam pemancingan, ketika ditemui Koran HR, Senin (08/01/2018) membenarkan selama sepekan ini harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, termasuk harga ikan mas.

Menurut Ade, sebelumnya harga ikan mas berada di kisaran Rp. 22.000 perkilogram. Namun belakangan harganya naik drastis menjadi Rp. 32.000 perkilogram. Dia mengaku tidak tahu persis penyebab naiknya harga ikan mas di pasaran.

“Selain dipicu meningkatnya permintaan masyarakat, mungkin juga disebabkan karena pasokan dari Cirata maupun Jatiluhur berkurang. Terlebih faktor cuaca sangat berpengaruh. Dan mahalnya harga ikan mas sangat berdampak terhadap kelangsungan kolam pemancingan,” katanya.

Di tempat terpisah, Anang, pedagang ikan, ketika ditemui Koran HR, Senin (08/01/2018), membenarkan kenaikan harga komoditas ikan. Menurut dia, kenaikan harga ikan dipicu stabilnya harga daging sapi dan ayam di pasaran.

“Kemungkinan besar akibat dampak dari masih stabilnya harga daging sapi maupun ayam di pasaran, sehingga mendorong konsumen untuk beralih mengonsumsi ikan. Permintaan meningkat mungkin dampak dari banyaknya konsumen yang beralih mengkonsumsi daging ke ikan. Makanya harga ikan saat ini di kolam mengalami kenaikan juga,” katanya.

Kurniawan, seorang pemancing, ketika dimintai tanggapan, Senin (07/01/2018), menuturkan, seiring dengan terus merangkaknya harga ikan mas, hampir setiap kolam pemancingan menjadi sepi.

“Selain karena harga melambung naik, terkadang tidak ada ikannya. Dari beberapa kolam pemancingan yang ada di wilayah Lumbung, hanya satu kolam pemancingan yang masih bisa bertahan. Itupun yang biasanya dua kali dalam seminggu. Saat ini pemilik kolam hanya menjadwalkan satu kali dalam seminggu. Dengan alasan mahal dan sulitnya ikan mas,” katanya. (Dji/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar