Ngotot Ingin Bertemu dengan Jokowi, Seorang Warga Ciamis Diamankan Polisi

Presiden Jokowi saat menghadiri acara penyerahan sertifikat tanah yang diberikan kepada sekitar 5000 masyarakat dari Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya, di Lapang Lokasana Ciamis, Selasa (16/01/2018) siang. Foto: Tantan Mulyana/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Seorang ramaja tanggung yang diketahui berinisial DN (19), yang mengaku masih warga Kabupaten Ciamis, diamankan oleh petugas Paspampres dan aparat kepolisian lantaran memaksa masuk ke area acara penyerahan sertifikat yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Lapang Lokasana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (16/01/2018) siang. Remaja yang datang seorang diri itu mengaku ingin bertemu langsung dengan Presiden Jokowi.

Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Hendra Virmanto, membenarkan adanya seorang warga yang diamankan tersebut. Menurutnya, remaja yang membawa bendera merah putih berukuran 40 x75 cm yang bertuliskan lafadz Allah itu sudah diamankan di Polres Ciamis. “Orang itu sekarang masih kami periksa untuk dilakukan intograsi guna mengorek motif dari aksinya tersebut,”ujar Hendra, saat dihubungi HR Online, Selasa (16/01/2018) sore.

Dari informasi yang dihimpun HR Online, kejadian itu bermula ketika seorang remaja datang ke area acara penyerahan sertifikat di Lapang Lokasana Ciamis sekitar pukul 08.45 WIB. Remaja itu meminta kepada petugas untuk masuk ke pintu acara dengan maksud untuk menemui Presiden Jokowi. Remaja itupun sempat membentangkan bendera merah putih bertuliskan lafadz Allah.

Karena tidak mempunyai Id card, kemudian petugas melarang remaja itu masuk ke tempat acara. Namun, dia tetap memaksa ingin masuk ke tempat acara sambil berteriak, merdeka!

Setelah melihat gelegat aneh, kemudian petugas langsung mengamankan remaja tersebut untuk dibawa ke kantor Subdenpom Ciamis guna dimintai keterangannya. Dari tangan remaja itu, petugas mengamankan sejumlah barang, seperti sepeda motor honda supra X, satu tas gendong, satu buah bendera merah putih ukuran 40 X 75 Cm bertuliskan lafadz Allah warna hitam, satu sarung, satu buah peci, dua kemeja dan satu buku tulis kosong.

Menurut informasi dari petugas di lapangan, remaja itu saat beraksi berteriak dengan berkata “merdeka,” dan menganggap bahwa saat ini Indonesia belum merdeka. Remaja itupun dilaporkan tidak membawa KTP dan STNK.

Hingga berita ini diunggah, pihak Polres Ciamis belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. (Tantan/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar