Pasca Relokasi PKL di Pangandaran, Warga Minta Antisipasi Privatisasi Harim Laut

Kawasan harim laut eks lokasi PKL di Pantai Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Dalam pertemuan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata didampingi Wakil Bupati serta Kepala Dinas Pariwisata dengan sejumlah pengusaha hotel beberapa waktu lalu ditegaskan bahwa pasca relokasi PKL di Pantai Pangandaran kondisinya harus benar-benar bersih dan dijaga.

Jeje, dalam kesempatan itu, menyebutkan, bahwa ia meminta kepada para pemilik hotel untuk bersama-sama turut membersihkan bekas PKL yang ada di depan hotelnya dan menjaga kebersihan.

“Kita mengharapkan kepada pengusaha hotel untuk memasang lampu di depan hotelnya masing masing. Ini supaya terlihat terang serta menarik bagi para wisatawan,” kata Jeje.

Menanggapi perihal tersebut, salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, justru khawatir dengan himbauan tersebut justru akan muncul persoalan baru, yakni pantai yang seharusnya menjadi lokasi umum bagi wisatawan justru menjadi kawasan privat yang dikelola hotel.

“Persoalan ini pernah muncul, lokasinya dikuasai oleh hotel. Maka dari itu, kawasan taman eks PKL itu harus menjadi kawasan publik meski hotel diberi kewenangan dalam pengelolaannya,” kata ia kepada HR Online.

Ia menjelaskan, dirinya pernah didesak membayar sewa taman di harim laut yang dikelola oleh hotel. Bahkan, disuruh untuk bubar. Maka dari itu, ia harap ada antisipasi sebelumnya dari pemerintah agar tidak seperti di pantai sanur yang pantainya sudah dikuasai hotel dan akses untuk umum tidak bisa kecuali menginap di hotel.

“Kalau begitu kan repot jadinya. Jadi, di Pangandaran jangan sampai seperti itu,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pangandaran, Undang Sohbarudin, menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut adalah untuk silaturahmi antar pengusaha hotel yang ada di jalur depan Pantai Barat dan Pantai Timur. Hal ini untuk membangun sinergitas, kebersamaan dan keterpaduan penanganan harim laut pasca relokasi.

“Dalam jangka pendek kita harap ada pemasangan lampu penerang agar tidak gelap. Itu untuk kebutuhan jangka pendek dulu. Adapun masalah lainnya akan dibahas kemudian hari,” tandasnya. (Mad1/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA