Puluhan Hektar Sawah di Pamarican Ciamis Rusak Diserang Tikus

Kondisi sawah di Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis yang rusak diserang hama tikus. Foto : Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Petani di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis siap-siap merugi. Pasalnya, puluhan hektar sawah di desa tersebut saat ini rusak diserang hama tikus.

Pantauan HR Online di lapangan, hama tikus itu menyerang tanaman padi muda di Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican. Akibatnya, para petani pun merasa pusing dan mengeluhkan kondisi terhadap komoditas padi mereka, karena terancam akan gagal panen.

Ade Ahmad, salah seorang petani Kertahayu mengatakan, serangan hama tikus ini terjadi sejak musim tanam tiba. Bahkan saat di persemaian benih padi sudah diacak- acak oleh tikus.

“Saat tanaman padi kami sudah mulai membesar, tikus-tikus ini kini kembali menyerang tanaman padi kami. Segala upaya telah kami lakukan, namun serangan tikus ini sulit untuk dikendalikan,” terang Ade kepada HR Online, Selasa (16/1/2018).

Sementara itu, Kepala Koordinator PPL BPP Kecamatan Pamarican, Umi Farida membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, serangan hama tikus tersebut terjadi di beberapa wilayah dan mengancam kelangsungan nasib petani.

“Dari hasil catatan kami saat ini sudah ada 80 hektar tanaman padi yang rusak akibat diserang tikus,” katanya.

Dari 80 hektar tersebut ada di empat lokasi terparah, yaitu Desa Kertahayu, Desa Sidaharja, Desa Bangunsari dan Desa Sukahurip. “Dan yang terparah adalah di Desa Sulahurip,” terangnya.

Untuk mengantisipasi serangan hama tikus, pihaknya mengaku telah menyalurkan bantuan alat pembasmi tikus ke masing-masing kelompok tani yang terserang hama tikus.

Menurutnya, serangan hama tikus ini sangat sulit sekali untuk dikendalikan. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dengan cara racun sampai perangkap lainnya. Namun hasilnya belum bisa memuaskan.

“Mudah-mudahan harapan kami serangan tikus ini akan segera berakhir agar para petani tidak akan mengalami gagal panen,” harapnya.

Umi masih optimis jika petani masih bisa panen, karena serangan saat ini masih dalam usia padi produktif.

“Mungkin masih bisa tumbuh anak untuk pengganti tanaman yang mati akibat dirusak tikus. Namun ya hasilnya tentunya tidak akan maksimal. Akan tetapi untuk resiko fuso kemungkinan tidak akan terjadi,” pungkasnya. (Suherman/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA