SMKN 3 Banjar Wujudakan Taman Pendidikan Tanpa Kekerasan

Kepala SMKN 3 Kota Banjar, bersalaman dengan Kepala Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan Wilayah (BP3W) VII Jabar, Diding Gusutardy, usai melaunching SMKN 3 Banjar menjadi Sekolah Ramah Anak (SRA). Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sebelum diresmikan sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA), SMK Negeri 3 Kota Banjar, Jawa Barat, sudah memiliki program sekolah sebagai rumah kedua dan taman pendidikan yang menyenangkan bagi para siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Hal itu dikatakan Kepala SMKN 3 Kota Banjar, H. An-Nur, kepada HR Online, saat ditemui usai acara peresmian SRA, Rabu (17/01/2018), di kampus SMKN 3 Kota Banjar.

“Sebelum SMKN 3 Banjar diresmikan sebagai SRA, memang program sekolah kami ini ingin mewujudkan sekolah sebagai taman pendidikan bebas dari kekerasan,” terangnya.

Sehingga, siswa-siswinya menjadi anak-anak yang baik, soleh dan solehah. Tentu dimulai dari gurunya yang mampu menunjukkan prilaku baik, seperti tidak merokok di sekolah, dan hadir setiap kegiatan belajar sesuai tupoksinya.

Adapun konsep SRA yang dijalankan oleh para guru diantaranya, setiap pagi siswa datang ke sekolah disambut dengan ucapakan selamat datang. Pelaksanaan dalam penugasannya dibagi sesuai jumlah guru yang ada.

Kemudian, siswa diarahkan sampai ke ruang kelas untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Ada juga sejumlah siswa yang di arahkan masuk ke masjid terlebih dahulu untuk menunaikan shalat dhuha.

Lebuh lanjut An-Nur mengatakan, bahwa pihaknya menyadari, meski sekolahnya berada di ujung Timur, dan prestasi siswanya belum begitu terlihat kentara, namun setidaknya dengan menjadi SRA bisa menjadi sekolah percontohan di program ini, dan berimbas ke sekolah lain mengikuti jejaknya sebagai SRA.

“Pokoknya kami bertekad ingin menjadi bagian sekolah yang terbaik di Kota Banjar ini, bahkan sampai di tingkat Jawa Barat minimalnya. Kita terus tanamkan ramah antara guru dan siswa, saling toleransi. Jika siswa menyalahi aturan sekolah, itu tidak dibiarkan tapi diingatkan. Bila perlu ditindak, tapi dengan ramah pula. Intinya, sekolah kita ini menjalankan konsep mendidik,” tandasnya.

An-Nur berharap, dengan program tersebut, SMKN 3 Kota Banjar semakin maju, mutu dan kualitas pendidikannya juga berkembang, serta menghasilkan siswa berprestasi di berbagai bidang.

Sementara itu, Pembina Pengawas SMKN 3 Kota Banjar, Ahmad Saripudin, menyarankan agar konsep setiap pagi siswa datang ke sekolah disambut atau dijemput para guru, harus benar-benar intens dilakukan pihak sekolah dalam penerapan SRA. (Nanks/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar