Berkenalan Via Facebook, Motor Warga Banjar Ini Raib di Ciamis

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Seorang warga Langensari, Kota Banjar, menjadi korban aksi kejahatan melalui media sosial Facebook. Korban yang berinisial LS (26) terpaksa melaporkan ke Kepolisian lantaran ditipu akan kerja di Batam oleh pelaku berinisial SD, namun motornya lah yang menjadi target kejahatan tersebut.

Dari keterangan yang dihimpun HR Online, LS berkenalan dengan SD yang mengaku warga Bogor melalui jejaring sosial Facebook sekitar satu minggu. Dengan segala tipu muslihatnya, LS pun tertarik dengan ajakan SD untuk melakukan pertemuan guna membicarakan lebih lanjut perihal pekerjaan yang ditawarkannya.

LS mengaku, pada Jum’at (09/02/2018) sekitar pukul 15.30 WIB dirinya langsung meluncur ke lokasi yang ditentukan SD di wilayah Ciamis. Sebelum melakukan pertemua, LS sempat mampir ke rumah temannya, Evi,  di Desa Cigembor Ciamis. Di saat berada di rumah Evi, sekitar pukul 19.00 WIB SD menghubungi LS meminta dijemput. Tidak lama kemudian, pelaku tiba-tiba mengurungkan niatannya untuk dijemput, akan tetapi meminta bertemu di sekitaran Masjid Agung Ciamis.

“Saya sempat menolak untuk bertemu di Masjid Agung Ciamis, namun pelaku merayu untuk tetap bertemu karena motornya sedang diperbaiki di bengkel. Saat saya pergi ke lokasi yang sudah disepakati menggunakan motor seorang diri, SD mengintruksikan untuk bertemu orang suruhannya yang berinisial RN di pinggir jalan yang juga tidak membawa kendaraan,” jelasnya kepada HR Online.

Saat sudah bertemu RN, LS mengaku diajak RN untuk langsung ke lokasi di mana SD berada dan RN meminta untuk mengendarai motornya LS. Dalam perjalanan menuju lokasi sekitar Stadion Galuh dan masuk ke pemukiman yang berada di lingkungan Karang Tengah, LS langsung turun dari motor dan mengira sudah sampai ke lokasi.

Namun, saat itu juga RN langsung membawa kabur kendaraan LS. Lantaran panik, sekitar 30 menit kemudian LS pun langsung menghubungi SD dan RN. Sayang, nomor telepon keduanya tidak dapat dihubungi.

“Ketika itu juga saya baru berpikir bahwa saya telah menjadi korban penipuan. Saya langsung saja pada hari Sabtu (10/02/2018) langsung melaporkan kejadian ini ke Polisi setempat untuk ditindaklanjuti. Mudah-mudahn ketemu motornya dan pelaku bisa ditangkap,” kata LS didampingi ibunya, AH.

Kepala unit I Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ciamis, Aiptu Tri Harjono, membenarkan telah terima laporan dari korban tersebut atas dugaan penipuan dan penggelapan satu unit motor Honda Vario Nopol Z-6216-YO tahun 2017 atas nama korban yang dilakukan pelaku.

“Ya kronologis seperti itu, dan akibatnya korban mengalami kerugian hingga sekitar Rp.17 juta. Sesuai dengan laporan polisi No: LP/48/B/II/2018/SPKT Res Ciamis, tanggal 12 Februari 2018, selanjutnya kami langsung sampaikan ke Reskrim untuk di BAP korban. Setelah korban di BAP, tentu jajaran Reskrim mendalami dan menyelidiki kasus ini sampai dalam rentang tertentu akan diberitahukan perkembangannya,” jelas Aiptu Tri. (Nanks/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA