Cerita Mistis Bekas Stasiun Kereta Api Rancakole Banjar

Salah satu bangunan bekas perumahan pegawai kereta api di Stasiun Rancakole, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dulu, Kereta Api jurusan Banjar-Kroya masih menjadi transportasi favorit warga untuk pergi ke daerah yang dilalui kereta tersebut. Bahkan, kemudahan untuk menaiki kereta tersebut semakin leluasa dengan adanya stasiun kecil yang saat ini sudah tidak difungsikan lagi, bahkan sudah tiada.

Seperti halnya di Dusun Rancakole, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Sebuah stasiun kecil yang dahulunya ada sekarang sudah rata dengan tanah. Menurut informasi warga sekitar, medio tahun 1998-1999 stasiun tersebut sudah tidak difungsikan lagi dan saat ini hanya tinggal kenangan.

Ada cerita cukup menarik pasca stasiun tersebut sudah tiada, yakni keangkeran di sekitar lokasi yang menjadi sudah tidak aneh lagi bagi warga sekitar maupun masyarakat yang kebetulan melintas dan melihat makhluk astral.

Siroj, salah satu mahasiswa yang kebetulan ngontrak persis di belakang bekas perumahan pegawai kereta api. Ia sejak awal Januari 2018 ngontrak di wilayah tersebut pada malam hari sering mendengarkan suara-suara aneh yang datang dari bangunan bekas perumahan pegawai kereta api. Bukan hanya suara benda-benda pada umunya yang seolah-olah jatuh dan suaranya menggelegar, namun suara hewan maupun orang mengaung juga kerap ia dengarkan saat masih begadang.

“Biasanya kalau saya lagi sendirian di kamar ada suara-suara itu. Tapi saya diam saja dan menganggap itu biasa saja. Kalau saya bilang-bilang langsung ke teman-teman saat itu juga, tentunya nanti malah jadi sepi kontrakannya,” kata Siroj.

Tak hanya suara, Siroj menambahkan, munculnya sosok makhluk halus di dalam kamar juga kerap ia jumpai, terutama saat dirinya hendak tidur. Meski membuat bulu kuduknya berdiri, namun ia lebih memilih membacakan ayat-ayat Al Qur’an dan do’a-do’a yang ia kuasai agar makhluk tersebut tidak lagi mengganggunya.

“Kalau saya sudah biasa saja, tidak tahu kalau teman-teman lainnya. Tapi ini bukan jadi persoalan kita jadi tidak betah di sini, tapi ini lebih pada kita saling menghormati saja antara makhluk yang kelihatan maupun yang tidak,” imbuhnya.

Hal senada juga diakui Rizal, mahasiswa lainnya yang ngontrak di lokasi tersebut. Ia mengaku, bahwa pernah suatu malam hendak tidur tiba-tiba alas tidurnya ditarik-tarik oleh makhluk halus. Sontak saja ia langsung berpindah lokasi untuk menghindari kejadian serupa.

“Lumayan serem sih, apalagi pas saya mau tidur tiba-tiba ditarik alas tidurnya. Asal masih ada teman di sini ya saya berani-berani saja,” ujar Rizal.

Menanggapi hal tersebut, salah satu warga, Yaya, membenarkan bahwa kejadian aneh yang dialami para mahasiswa yang kebetulan ngontrak di sekitar lokasi bekas Stasiun Rancakole tersebut merupakan bagian dari ulah makhluk halus penunggu di sekitar lokasi tersebut. Bahkan, ia menyebutkan sekitar ada 9 sosok yang kerap dijumpai oleh dirinya maupun warga lainnya.

“Ada sekitar 9 sosok di sini, 3 di antaranya adalah berwujud laki-laki orang belanda dan sisanya seperti orang biasa serta seekor harimau lodaya. Jadi kalau anak-anak kerap mengalami hal-hal yang ganjil di situ, wajar saja. Yang penting jangan sembrono,” katanya.

Yaya menambahkan, keberadaan makhluk halus tersebut diketahuinya merupakan makhluk yang pindah dari lokasi stasiun yang kini sudah tidak ada serta perwujudan jin dari seseorang yang dahulunya pernah mengalami kecelakaan tidak jauh dari lokasi. Sementara 3 sosok orang belanda, kemungkinan merupakan penjelmaan jin dari orang belanda waktu penjajahan.

“Memang dikenal angker. Tapi kalau kita tidak sembrono seperti tidak kencing sembarangan atau berbuat yang tidak-tidak, Insya Alloh tidak akan terjadi apa-apa. Cuma kalau mereka kerap muncul, ya biarkan saja,” pungkasnya. (Muhafid/Koran HR)

KOMENTAR ANDA