Harga Beras Organik Poktan Minaharja Ciamis Masih Rendah

12/02/2018
Harga Beras Organik Poktan Minaharja Ciamis Masih Rendah

Saat ini di wilayah Desa Kertahayu Pamarican terdapat sekitar 4,7 hektar lahan padi organik yang dikembangkan oleh Kelompok Tani Minaharja. Foto : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Rendahnya daya jual beras organik yang dihasilkan Kelompok Tani (Poktan) Minaharja Kecamatan Pamarican menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah daerah. Pasalnya, para petani ingin berkembang dan meningkatkan peghasilan di bidang agribisnis melalui program padi organik.

“Yang kami pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya agar beras organik ini bisa bernilai jual tinggi. Masalah permodalan menjadi kendala bagi kelompok untuk mengembangkan produksi. Akibatnya petani masih menjual padi organiknya ke tengkulak dengan harga yang sama dengan padi biasa,” kata Umi Farida, Ketua Kordinator BPP Kecamatan Pamarican, ketika ditemui Koran HR, Selasa (06/02/2018).

Umi Farida menuturkan, pihaknya berharap ada bapak angkat atau pemodal yang mau bekerjasama dengan Kelompok Petani Minaharja untuk mengelola dan mengembangkan produksi beras organik.

“Dengan begitu, harga beras organik produksi Kelompok Tani Minaharja terdongkrak naik di pasaran luas. Jika itu bisa terlaksana, kami yakin penghasilan petani organik akan lebih meningkat,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Minaharja, Nana Mulyana, ketika ditemui Koran HR, Selasa (06/02/18), menutueka, pihaknya telah menggeluti usaha agribisnis pertanian dengan mengolah lahan padi organik sejak 4 tahun silam.

“Untuk hasil panen, Alhamdulillah petani organik saat ini lebih unggul jika dibanding dengan petani kimia. Selain unggul dari hasil jumlah panen, tentunya soal harga juga beras organik lebih tinggi dibanding beras premium. Meski saat ini harganya memang tidak begitu jauh dari beras biasa. Bedanya hampir Rp 5 ribuan perkilogramnya,” kata Nana.

Nana berharap, Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis memberikan perhatian kepada para petani organik, khususnya petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Minaharja Kecamatan Pamarican. 

“Kami berharap bantuan pengembangan pasar beras organik yang saat ini tengah kami laksanakan. Karena, meski kami sudah mempunyai label sertifikasi, namun untuk pemasaran kami masih terkendala, termasuk masalah permodalan,” katanya. (Suherman/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles