Banjar, (harapanrakyat.com),- Upaya menumbuhkan kepekaan dan kepedulian sosial masyarakat, khususnya anggota karang taruna, serta untuk mempererat tali silaturahmi, Karang Taruna Sanggar Bhakti Desa Waringinsari, Kec. Langensari, bekerjasama dengan mahasiswa KKN UPI Tasikmalaya, STISIP Bina Putra Banjar, dan PMI Kota Banjar, menggelar kegiatan sosial berupa donor darah, di Aula Desa Waringinsari, Minggu (1/7).
Kegiatan donor darah yang diikuti oleh anggota karang taruna, mahasiswa dan masyarakat setempat berhasil mengumpulkan sedikitnya sekitar 30 labu darah. Hasilnya akan disumbangkan ke pihak PMI untuk memenuhi ketersediaan darah di Kota Banjar.
Ketua Karang Taruna Sanggar Bhakti, Nanang Supendi, SE., mengatakan, kegiatan sosial ini tidak perlu menggeluarkan biaya besar, sehingga donor darah menjadi program rutin yang biasa dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.
Selain donor darah, juga menggelar dialog Posdaya dan lokakarya dengan tema peran pendidikan non formal dalam peningkatan kualitas SDM dan pemberdayaan masyarakat. Kemudian, pentas seni tradisional Kuda Lumping, nonton bareng (nobar) final piala Euro 2012, sepak bola antar aparat desa dan kecamatan, mahasiswa KKN, serta bola volley ibu-ibu kader PKK dan mahasiswa KKN.
âAcaranya berlangsung sejak tanggal 1 sampai 8 Juli mendatang. Tujuan dari semua kegiatan yaitu untuk melaksanakan program rutin yang telah direncanakan, sekaligus dalam rangka menyambut HUT RI ke-67. Dan kebetulan bertepatan dengan final piala Euro maka kita menggelar acara nobar. Mengenai dana untuk kegiatan, kami tidak mengandalkan proposal, tapi mengambil dari hasil UEP karang taruna dan sumbangan dari para mahasiswa KKN,â ujar Nanang, Minggu (1/7).
Lebih lanjut dia mengatakan, salah satu bentuk dari kiprah pemuda pada masa sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif yang bersifat konstruktif secara mental maupun fisik, seperti kegiatan pemberdayaan pemuda warga karang taruna dalam bidang ekonomi produktif dan sosial kemasyarakatan.
Untuk bidang sosial kemanusiaan salah satunya melalui kegiatan donor darah. Sedangkan pada bidang pendidikan, pihaknya ikut serta dalam program pendidikan non formal yang merupakan bagian kegiatan dari PKBM, yakni membantu memberantas tuna aksara di kalangan warga Desa Waringinsari.
Di tempat yang sama, Ketua Karang Taruna Kota Banjar, Budi Hendro, yang ditemui HR di sela-sela acara donor darah, mengatakan, bahwa kegiatan sosial tersebut sangat positif, sebab kegiatan karang taruna lebih identik dengan kegiatan yang bersifat sosial dan pemberdayaan pemuda dalam bidang ekonomi produktif.
âSelama ini banyak kegiatan karang taruna hanya ke bidang olah raga dan seni yang memerlukan dana cukup besar. Padahal, untuk melaksanakan sebuah program itu tidak selalu harus menggunakan dana yang besar, contohnya menggelar kegiatan sosial melalui donor darah. Jadi jangan tergantung ke anggaran, tapi apa yang bisa kita perbuat untuk orang lain ya kita berbuat,â kata Budi.
Sementara itu, Robi Kuswara, salah seorang mahasiswa KKN UPI Tasikmalaya, mengaku, sejak melaksanakan KKN di wilayah Desa Waringinsari, pihaknya selalu bekerjasama dengan pemuda karang taruna setempat untuk menggelar berbagai kegiatan.
âKami merasa bangga karena selalu dilibatkan dalam setiap kegiatan karang taruna. Mungkin kalau KKN di tempat lain belum tentu keberadaan mahasiswa KKN dilibatkan secara langsung, paling biasanya hanya sebatas tamu undangan saja. Dan serangkaian kegiatan ini yang paling besar, sebab acaranya berlangsung selama delapan hari,â katanya. (Eva)