Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita BanjarJelang 17 Agustus, Pedagang Bendera di Banjar Berharap Raup Untung

Jelang 17 Agustus, Pedagang Bendera di Banjar Berharap Raup Untung

Memasuki bulan Agustus, sejumlah pedagang bendera di Kota Banjar semakin marak terlihat di beberapa sudut perkotaan. Para pedagang mengaku, biasanya puncak penjualan paling banyak terjadi pada tanggal 16 Agustus, satu satu hari menjelang tanggal 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan RI.

Seperti halnya dialami Iwa Kustiwa (54), salah satu pedagang bendera yang mulai memajang dagangannya di Jl. Batulawang, tepatnya sekitar jembatan Viaduct, sejak tanggal 25 Juli lalu. Iwa menuturkan bahwa dirinya menjadi pendagang bendera musiman sudah dijalaninya sejak peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-45.

“Kalau sekarang kan peringatan HUT RI ke-66, jadi saya sudah cukup lama menjadi pedagang bendera musiman. Biasanya memang sok marema, apalagi pas tanggal 16 Agustusnya nanti. Tapi sekarang-sekarang mah masih sepi pembeli,”€ tutur warga pendatang dari Tasikmalaya yang telah menetap di Kota Banjar selama 5 tahun.

Namun menurut Iwa, sepinya pembeli bukan karena peringatan HUT RI tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan.

Setiap hari Iwa mulai dadasar barang dagangannya dari pukul 7 pagi hingga pukul 5 sore. Meski demikian, pendapatan dari hasil penjualan bendera hanya cukup untuk kebutuhan makan keluarganya sehari-hari saja.

Padahal, harga bendera yang ditawarkan Iwa relatif murah bila dibandingkan dengan harga bendera di pedagang lainnya. Untuk bendera ukuran paling kecil dijual seharga Rp.1.500. Sedangkan, bendera ukuran paling besar harganya mencapai Rp.30 ribu.

Walau hanya mengambil keuntungan sedikit, kata Iwa, yang penting dagangannya bisa laku banyak setiap harinya. Ia berharap pendapatannya dari hasil penjualan kain bendera tahun ini bisa meningkat.

Kain bendera yang terbungkus plastik masih terlihat menumpuk. Untuk mendapatkan tambahan penghasilan, sengaja tidak hanya menjual bendera saja, namun juga menjual beberapa stiker/gambar tempel.

Mun teu bari ngajual nu lain mah mungkin untuk makan sehari-hari juga akan sangat kurang. Walaupun persediaan stikernya tidak banyak, tapi ya lumayan ada buat tambahan,”€ ujar Iwa. (PRA)