Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaBerita CiamisGong Perdamaian Dunia di Ciamis Jangan Hanya Formalitas

Gong Perdamaian Dunia di Ciamis Jangan Hanya Formalitas

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Wakapolri Komjen, Nanan Soekarna, berharap, monumen Gong Perdamaian Dunia tidak hanya sekedar sebagai simbol yang bersifat formalitas semata. Akan tetapi harus menjadi alat perekat untuk mewujudkan perdamaian di seluruh Indonesia, khusus wilayah Priangan Timur.

“Sesuai dengan doktrin kepolisian tentang tata tentrem, polisi harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan perdamaian di Indonesia ini. Makanya, melalui peringatan gong perdamaian ini, kita ingin menciptakan ketentraman dan kedamaian. Mulai dari wilayah kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan seluruh Indonesia. Kita berharap moment ini menjadi perekat untuk menciptakan perdamaian,” ujarnya, usai menghadiri acara peringatan gong perdamaian, di Situs Cagar Budaya Karangkamulyan, Kab. Ciamis, Minggu (9/9).

Nanan menambahkan, tugas kepolisian tidak hanya sebagai penindak pelaku kejahatan semata, tetapi juga harus mampu melakukan upaya pencegahan.

“Nah, melalui moment gong perdamaian ini sebagai upaya polisi dalam melakukan pencegahan. Makanya kita mengajak seluruh element untuk membubuhkan tandatangan sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan perdamaian,” ujarnya.

Nanan juga meminta peranan media dalam turut serta menciptakan perdamaian. Menurutnya, media harus bisa menyajikan informasi sebaik mungkin, agar tidak memicu sebuah konflik. Tetapi tanpa harus mengurangi subtansi dari sebuah pemberitaan. “Kita pun mengajak kepada teman-teman media, mari kita ciptakan perdamaian di Indonesia ini,” imbuhnya.

Indonesia Sebagai Penggagas Gong Perdamaian Dunia

Menurut Nanan, monumen gong ini sudah tersebar ke sejumlah negara. Karenanya, Indonesia sebagai penggagas gong perdamaian ini, harus menjadi contoh kepada negara lain bahwa bisa menciptakan perdamaian. “Jangan sampai kita yang membuat ide ini, tetapi malah justru tidak bisa menciptakan perdamaian,” katanya.

Pada acara tersebut, Wakaporlri Komjen Nanan Soekarna didampaingi Direktur Binmas Polri, Pangdam 3 Siliwangi yang diwakili Danrem Tarumanegara, Kapolda Jabar yang diwakili Wakapolda, sejumlah Kepala Daerah di wilayah Priangan Timur. Selain itu, hadir juga Presiden Komite Gong Perdamaian Dunia, sejumlah tokoh masyarakat, serta sesepuh adat untuk wilayah Priangan Timur.

Pendiri Gong Perdamaian yang juga mantan Kapolwil Priangan, Brigjen Pol, Anton Charliyan, menyebutkan, pilihan situs budaya Karangkamulyan sebagai tempat untuk mendirikan gong perdamaian, karena melihat sejarah dulu Karangkamulyan merupakan kota pertama yang mengedepankan perdamaian.

Sementara pengambilan momen Serba Sembilan, menurut Anton, karena angka Sembilan-sembilan melambangkan Asmaul Husna. Selain itu, berdirinya Kerajaan Galuh juga tanggal Sembilan. “Makanya kita ambil momen tanggal sembilan,” ujarnya menjelaskan.

Dengan adanya Gong tersebut di Karangkamulyan, karena melambangkan perang saudara tidak boleh, dan negara-negara lain juga dulu apabila bersengketa damaikannya di Kerajaan Galuh. Dulu Kediri dengan Sriwijaya berkelahi didamaikan oleh Prabu Dharmasiksa di Kerajaan Galuh.

“Kalau kita membicarakan perdamaian tidak memandang suku, bangsa, dan agama. Dan di tempat ini ada ikan tumpai yang bentuknya panjang, itu melambangkan perdamaian. Ikan tumpai hanya ada di Indonesia,” pungkasnya. (DSW)