Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita CiamisJadi Sekda Ciamis, Karir Herdiat Berjalan Merangkak dari Bawah

Jadi Sekda Ciamis, Karir Herdiat Berjalan Merangkak dari Bawah

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Bupati Ciamis H. Engkon Komara melantik H. Herdiat, mantan Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis. Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Gedung TP PKK Ciamis, Jumat, (28/9).

Herdiat merupakan Sekda kelima masa kepemimpinan Bupati H. Engkon Komara. Sebelumnya, Sekda Ciamis diduduki Tahyadi A. Satibie, Hidayat Kartasasmita, Subur Dwiono, dan Dedi A Riswandi (Alm).

Sementara itu, karir Herdiat sudah dimulai dari bawah, seperti dari Pjs Kades Gegempalan Kec Panjalu, Sekwilmat Kec Panjalu, Camat Sukadana, Camat Cipaku, Camat Pangandaran, Kabag Umum Setda. Kemudian, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, dan terakhir Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan.

Target dan Program Herdiat Setelah Jadi Sekda Ciamis

Seusai acara pelantikan, Herdiat mengakui problematika pemerintahan saat ini cukup kompleks. Terutama menggali sumber-sumber potensi daerah dari berbagai sektor untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Peningkatan PAD tahun ini cukup signifikan, mencapai 35 persen dari tahun sebelumnya. Namun kami juga akan tetap terus berusaha dan bekerja keras untuk mengoptimalkan potensi PAD, sebagai salah satu sumber anggaran pembangunan,” ungkapnya.

Selain itu, kata Herdiat, pihaknya merencanakan untuk meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP). Sebelumnya Ciamis mendapatkan Wajar dengan pengecualian (WDP), untuk memperbaiki penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Pengelolaan sudah bagus, cuma penataan aset yang harus terus kami genjot secara maksimal,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Engkon mengatakan, bahwa Bupati merupakan jabatan politis, bisa siapa saja yang mendudukinya. Berbeda dengan jabatan Sekda, katanya, jabatan Sekda bersifat struktural yang berjalan mulai dari bawah.

“Tidak semua PNS bisa meraih jabatan tertinggi. Oleh karena itu, Sekda mempunyai beban cukup berat untuk mengatasi masalah teknis di pemerintahan,” ungkapnya.

Engkon mengakui, selama menjabat bupati, ia merasa sangat terbantu dengan kinerja Sekda. Apalagi saat ini banyak tuntutan dari masyarakat kepada pemerintah yang membutuhkan anggaran cukup besar.

“Saya berharap Sekda baru bisa lebih melanjutkan komunikasi. Tidak hanya dilakukan di internal pegawai saja. Akan tetapi dengan semua lapisan pemerintah termasuk Bupati, Wakil Bupati, pemerintah pusat, Provinsi, DPRD, masyarakat, dan LSM,” pungkasnya. (DSW)