BPBD : Angin Kencang Sering Terjadi di Langensari
Banjar, (harapanrakyat.com),- Selama bulan Maret 2013, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar mencatat, bencana akibat tiupan angin kencang paling sering terjadi di wilayah Kecamatan Langensari.
Akibat tiupan angin kencang, sedikitnya 43 rumah di empat desa mengalami kerusakan. Keempat desa itu diantaranya di Kujangsari, Rejasari, Langensari, dan Desa Waringinsari.
Di Kujangsari misalnya tercatat 2 rumah yang rusak, meliputi 1 rusak berat dan 1 rusak ringan. Kemudian, di wilayah Desa Langensari rumah yang rusak terdiri dari 1 rusak berat, 1 rusak sedang, dan 24 rusak ringan.
Sedangkan di Waringinsari 2 rumah mengalami rusak berat, 4 rusak ringan, dan di Desa Rejasari terdapat 1 rumah rusak berat, 3 rusak sedang dan 3 rusak ringan. Semua kerusakan tersebut rata-rata tertimpa pohon tumbang akibat tiupan angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Moch. Dasuki Sholeh, SH, M.Si., ketika ditemui HR di ruang kerjanya, Selasa (9/4), mengatakan, peristiwa angin kencang terjadi hingga akhir bulan Maret kemarin, yakni terakhir di Waringsari. Namun, tidak sampai menimbulkan kerusakan rumah dalam peristiwa tersebut, hanya saja satu pohon tumbang yang mengahangi jalan.
âDari semua bencana tiupan angin kencang itidak sampai ada korban luka ataupun korban jiwa. Sementara bantuan yang telah diberikan BPBD kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan yakni selimut, tikar dan terpal, karena hanya itu yang kita punya, itu pun dari BPBD Provinsi. Sedangkan adanya 2 orang meninggal di Rejasari akibat tersambar petir,â kata Dasuki.
Selain angin kencang, lanjutnya, pada bulan Maret BPBD Kota Banjar bekerjasama dengan PMI dan sukarelawan melakukan penyisiran selama dua hari dua malam di Sungai Citanduy untuk mencari mayat korban yang bunuh diri. Penyisiran tersebut berlangsung hingga ke daerah Manganti.
Penanganan bencana lainnya yakni saat adanya tanggul jebol di wilayah Desa Balokang, dan menyebabkan areal pesawahan di wilayah tersebut tergenang air. Dalam peristiwa itu BPBD memberikan sumbangan berupa karung untuk menutupi tanggul yang jebol, sekaligus terjun langsung ke lokasi bersaman warga setempat membuat tanggul sementara.
âSemua itu bencana yang terjadi selama bulan Maret. Dan pada bulan April ini, tepatnya tanggal 8, terjadi kebakaran 1 bangunan rumah semi permanen milik warga Dusun Girimukti, Pataruman. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai 20 juta rupiah. Kami sudah memberikan bantuan selimut, tikar dan terpal,â tuturnya.
Upaya untuk meminimalisir terjadinya bencana serta tindakan penyelamatan saat terjadi bencana, BPBD Kota Banjar pada tanggal 26 Maret 2013 melakukan penyebaran informasi tentang bencana kepada masyarakat melalui sosialisasi.
Materi yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut diantaranya mengenai konsep dan karakteristik bencana, mitigasi bencana, aplikasi pengurangan resiko bencana, serta kesepakatan untuk pengurangan resiko bencana.
âKegiatan tersebut diikuti semua desa dan kelurahan se-Kota Banjar, pesertanya meliputi Linmas, RT dan RW, aparat desa dan kelurahan, serta karang taruna. Diharapkan peserta yang ikut menginformasikan kembali hasil dari sosialisasi itu kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing, sehingga semua masyarakat bisa mengetahuinya,â pungkas Dasuki. (Eva)