Sabtu, Mei 21, 2022
BerandaBerita BanjarCabuli Kekasihnya, Pemuda Tanggung Ditangkap Polisi Banjar

Cabuli Kekasihnya, Pemuda Tanggung Ditangkap Polisi Banjar

AA (18), pelaku pencabulan saat diperiksa di Mapolsek Langensari, Minggu (11/05/2014). Foto: Hermanto/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

AA (18), seorang pemuda tanggung yang juga warga Dusun Cijurey RT 01/RW 04 Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, tega mencabuli kekasihnya Ad (14) yang baru duduk di bangku salah satu SMP di Kota Banjar, Jum’at (9/5/2014) malam.

Ia melakukan aksi pencabulan itu di rumah orang tua pelaku, di Dusun Cijurey RT 01/04 Desa Kujangsari Kecamatan Langensari, sekitar pukul 19.30 WIB, dalam keadaan rumah sepi.

Ketika melihat korban mengalami pendarahan, pelaku kemudian membawanya ke rumah sakit, untuk biaya ke rumah sakit, pelaku sempat menjual dulu handphonenya.

Mengetahui Ad telah dicabuli, keluarga korban lalu melaporkan ke Polsek Banjar. Pada saat itu juga AA dibawa petugas ke Mapolsek Banjar. Di sana AA yang masih berstatus pelajar di sebuah SMK swasta di Kota Banjar,  dimintai keterangan oleh petugas.

Karena TKP-nya berada di wilayah Langensari, kemudian pihak Polsek Banjar mengontak Polsek Langensari. Tidak lama, petugas Polsek Langensari tiba di Mapolsek Banjar untuk menjemput pelaku.

Menurut keterangan pelaku, ia melakukan hal itu atas dasar suka sama suka.  “Kami melakukan itu atas dasar suka sama suka, “ujarnya, saat ditemui HR, di Mapolsek Banjar, Minggu (11/05/2014).

Namun keterangan pelaku berbeda dengan korban. Menurut korban, pada saat itu dirinya dipaksa pelaku untuk melakukan persetubuhan. Dia pun sempat berontak, namun tidak kuat dan akhirnya pasrah. “Saya dipaksa, tapi akhirnya tidak berdaya, karena kalah tenaga,” lirihnya sambil meneteskan air mata.

Kanit Reskrim Polsek Langensari, IPDA Hadi Winarso, mengatakan, keduanya baik pelaku maupun korban masih berstatus pelajar. Setelah mendapat laporan, pihaknya langsung membawa pelaku dari Polsek Banjar.

“Kami mengambil langkah mengamankan tersangka, mencatat nama-nama saksi dan berkoordinasi dengan pihak kesehatan dengan dugaan perbuatan cabul,” ujarnya.

Tersangka dijerat pasal 81 tentang Undang-undang Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002, dengan ancaman 15 tahun penjara. Kini tersangka meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Langensari untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Hermanto/R2/HR-Online)

- Advertisment -