Minggu, Mei 29, 2022
BerandaBerita BanjarDi Banjar, Jawara Cilik se- Priatim Beradu Seni Ibing

Di Banjar, Jawara Cilik se- Priatim Beradu Seni Ibing

Salah seorang peserta Pasanggiri Ibing Pencak Silat se- Priangan Timur, saat mempertunjukan kebolehannya, di GOR Serbaguna Bappeda Kota Banjar, Minggu (25/05/2014). Foto: Hermanto/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Paguyuban Pemuda Pesilat Indonesia (Padasila) Kota Banjar, menggelar Pasanggiri Ibing Pencak Silat se- Priangan Timur (Priatim), Minggu (25/05/2014). Dalam ajang ini memperebutkan Piala Jawara Patroman. Selain itu, acara ini diigelar untuk mempererat tali silaturahmi antar perguruan se- Priangan Timur.

Acara yang digelar di GOR Serbaguna Bappeda Kota Banjar ini, disambut antusias oleh peserta. Ratusan peserta datang dari Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bandung dan Kota Banjar yang bertindak sebagai tuan rumah. Sementara Kabupaten Sumedang, Kabupaten Garut dan Kabupaten Ciamis, tidak mengikuti kegiatan ini.

Para jawara cilik ini mempertunjukkan kebolehannya di hadapan juri penilai yang tiada lain adalah para sesepuh pencak silat yang berasal dari daerah jawara seperti Garut, Bandung, Sumedang dan Pangandaran.

Ketua penyelenggara, Tono Karsono mengatakan, pasanggiri ini digelar untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tradisional pencak silat, khususnya seni ibing.

“Pencak silat yang dijadikan ektra kurikuler di sekolah dapat mengarahkan para pelajar kepada hal positif dan tidak terjerumus kepada pergaulan bebas ataupun korban asusila,” ujarnya, kepada HR, di sela-sela acara.

Sementara itu, Pengurus Ikatan Pencak Pilat Indonesia (IPSI)  Jawa Barat, Djamaludin, berharap dengan kegiatan ini lahir bibit-bibit  atlit pencak silat yang dapat mengharumkan Indonesia di dunia internasional.

Salah seorang Jawara Cilik dari perguruan silat Kusumah Harapan, Basiran, mengaku senang bisa mengikuti kejuaraan ini. Dia berharap dapat membuat nama perguruannya terkenal di event se- Priangan Timur.

“Kami berharap kegiatan-kegiatan seperti ini kedepannya rutin digelar, agar  seni budaya tradisional dapat dilestarikan oleh generasi muda,” pungkasnya. (Hermanto/R2/HR-Online)

- Advertisment -