Kamis, Mei 26, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariDihajar Gurunya Pakai Sepatu, Orang Tua Siswa di Ciamis Tidak Terima

Dihajar Gurunya Pakai Sepatu, Orang Tua Siswa di Ciamis Tidak Terima

Dua orang siswa yang menjadi korban pemukulan gurunya, saat diwawancara wartawan di Kampus MTs Negeri Lakbok, Rabu (07/05/2014). Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Aksi kekerasan terhadap siswa yang dilakukan oleh oknum guru MTs Negeri Lakbok, Kabupaten Ciamis, tampaknya mendapat kecaman dari orang tua siswa. Mereka tidak terima dengan perlakukan sadis yang membuat anak-anaknya mengalami luka di bagian wajahnya. Bahkan, ada beberapa siswa diantaranya mengalami sakit demam setelah mendapat pukulan tersebut.

Watmi, orang tua Michel, salah satu siswa yang menjadi korban pemukulan, mengatakan, pekan kemarin seluruh orang tua siswa sudah mendatangi kepala sekolah untuk meminta pertanggungjawaban menyusul adanya aksi kekerasan terhadap anak-anaknya di sekolah.

“ Kami tidak terima anak- anak diperlakukan seperti itu. Anak saya mengalami luka di bagian wajahnya. Tindakan itu sudah keterlaluan, “ ujarnya, ketika ditemui HR, di rumahnya, Rabu (07/05/2014).

Menurut Watmi, setelah melakukan pertemuan dengan kepala sekolah, akhirnya disepakati pihak sekolah memberikan saksi kepada oknum guru berinisial WS dengan dimutasikan dari sekolah tersebut. “Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi di kemudian hari,” katanya.

Watmi mengatakan, dari pengakuan orang tua siswa lainnya, bahkan ada siswa yang dipukul tidak hanya mengalami luka di bagian wajah, tetapi juga ada yang sampai mengalami sakit demam. “ Makanya, kami orang tua siswa memprotes, karena perlakukan oknum guru itu sudah keterlaluan,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, Perwakilan MTs Negeri Lakbok, Yaya Maryana, mengatakan, setelah dilakukan pertemuan antara pihak sekolah dengan orang tua siswa, akhirnya disepakati bahwa permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan dan sekolah memberikan sanksi mutasi kepada guru yang bersangkutan.

“Proses pengajuan mutasi guru tersebut sudah diserahkan ke kantor Kemenag Kabupaten Ciamis. Artinya, permasalahan ini sudah selesai, karena tuntutan orang tua siswa sudah direalisasikan oleh pihak sekolah, “ terangnya.

Hingga berita ini diunggah, HR belum berhasil mengkonfirmasi WS, oknum guru yang melakukan pemukulan tersebut. (Ntang/R2/HR-Online) 

- Advertisment -