Senin, Mei 23, 2022
BerandaBerita BanjarMelirik Potensi Wisata di Kota Banjar

Melirik Potensi Wisata di Kota Banjar

Sejumlah warga tengah mencoba menaiki banana boat dan jetsky dalam acara Festival Citanduy. Keberadan Sungai Citanduy yang membelah wilayah Kota Banjar merupakan salah satu potensi wisata sungai yang dapat dikembangkan. Photo: Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sudah saatnya Pemerintah Kota Banjar mengoptimalkan pengembangan sejumlah potensi wisata yang ada, agar Banjar tidak lagi jadi kota perlintasan semata.

Secara geografis, wilayah Kota Banjar terletak di jalur lalu-lintas nasional bagian Selatan sebagai pintu gerbang Provinsi Jawa Barat, dan merupakan jalur lalu-lintas obyek wisata Pantai Pangandaran.

Kota Banjar terletak pada daerah segitiga emas, sehingga di beberapa daerah penyangga/hinterland harus di push sedemikian rupa agar dapat dijadikan sebagai magnet center, yang mampu menjadi daya tarik orang untuk bisa beraktifitas pada daerah tersebut, karena akan membangkitkan perekonomian masyarakatnya.

Sebagai daerah perlintasan arus barang dan manusia antar provinsi di selatan Pulau Jawa, wilayah geografis Kota Banjar memiliki peran strategis bagi kelancaran pasokan barang dari dan ke berbagai daerah di Provinsi Jawa Barat maupun Jawa Tengah.

Dengan kondisi tersebut, maka setiap hari ruas-ruas jalan di Kota Banjar senantiasa dilintasi kendaraan pengangkut komoditas barang dan jasa, sekaligus pula arus mobilitas manusia antar wilayah.

Untuk itu, perlu dijaga dan diupayakan secara terus-menerus agar Kota Banjar senantiasa menjadi wilayah yang nyaman dan aman bagi semua penduduk yang melintas, maupun berniat singgah di Kota Banjar.

Kondisi alamnya yang masih asri, seperti adanya rest area dan ditunjang tempat wisata lainnnya yang dikelola dengan baik, tentunya akan semakin menarik minat pendatang untuk tidak hanya sekedar melintas, tetapi ikut pula menikmati potensi pariwisata di Kota Banjar yang sangat mungkin akan cepat berkembang.

Menurut Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Kusmayadi, bahwa peningkatan kapasitas masyarakat destinasi pariwisata klester III Jawa Barat dinilai penting dalam membuka peluang usaha yang menjanjikan.

“Menuju pembangunannya, diharapkan Kota Banjar dapat memperbanyak event yang menarik wisatawan, sesuai pedoman Sapta Pesona, yakni keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keramahan dan kenangan,” kata Kusmayadi, saat berkunjung ke Kota Banjar beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informatika dan Pariwisata (Dishubkominfopar) Kota Banjar, Drs. Edi R Nurjaman, M.Si., didampingi Kabid. Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Tati Hartati, mengatakan, Kota Banjar sebagai pintu gerbang menuju objek wisata Pantai Pangandaran memang memiliki potensi wisata alam yang dapat dikembangkan untuk dijadikan sektor pariwisata.

Disamping sektor pariwisata, juga memiliki potensi lainnya yang bisa digali, mengingat peta geografis Kota Banjar sebagai wilayah perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Jadi, kenapa tidak Kota Banjar mengembangkan potensi yang ada untuk membuka sektor-sektor baru di sektor perdagangan dan jasa yang dapat merangsang laju pertumbuhan ekonomi masyarakatnya,” ujar Edi, kepada HR, Jum’at (02/05/2014).

Lebih lanjut Edi mengatakan, di Kota Banjar ini banyak potensi alam yang bisa dioptimalkan untuk tujuan pariwisata, diantaranya Wana Wisata Situ Mustika di Purwaharja, kawasan Situ Leutik di Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Sungai Citanduy, dan Lembah Pejamben Santiong di Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, sebagai area untuk wisata otomotif.

Selain itu, potensi lain yang bisa digali yaitu membangun kawasan ekowisata Batu Peti di Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman, serta membangun desa wisata di Kampung Patrol, Desa Jajawar, Kecamatan Banjar.

Sedangkan, untuk wisata situs/sejarah yang dapat dikembangkan diantaranya Situs Rawa Onom/Pulo Majeti di Kel/Kec. Purwaharja, Situs Kokoplak di Kel/Kec. Pataruman, dan sebuah terowongan peninggalan Belanda di Desa Binangun, Kecamatan Pataruman.

Untuk mengembangkan kepariwisataan di Kota Banjar, Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP., M.Si., menegaskan, bahwa selain pemerintah, peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan.

“Perlu ditingkatkan peran serta masyarakat dalam mengembangkan kepariwisataan dan industri keratif, khususnya industri kreatif yang berbasis home industry sebagai faktor pendukung pariwisata nantinya,” kata Ade Uu. (Eva/Koran-HR)

- Advertisment -