Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaBerita CiamisPapan Reklame Miring, Warga Kawali Ciamis Khawatir Ambruk

Papan Reklame Miring, Warga Kawali Ciamis Khawatir Ambruk

Papan reklame yang dipasang di bilangan jalan Siliwangi Desa Kawalimukti, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, posisinya miring. Hal ini membuat warga sekitar khawatir reklame tersebut ambruk. Foto: Heri Herdianto/HR

Kawali, (harapanrakyat.com),-

Papan reklame bergambar iklan produk kartu seluler yang dipasang di bilangan jalan Siliwangi Desa Kawalimukti, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, kondisinya miring. Sebagian papan reklame yang terbuat dari seng itu terlihat copot, sehingga dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan apabila suatu saat roboh.

Papan Reklame 2Ule Sulaeman, warga setempat, mengatakan, sudah lama papan reklame itu miring, namun tetap saja dibiarkan tanpa ada perbaikan. Padahal, di sekitar papan reklame tersebut sering dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.

“Kalau dibiarkan terus, tentunya berbahaya apabila terjadi angin kencang kemudian papan reklame tersebut akhirnya roboh,” katanya, kepada HR, akhir pekan lalu.

Ule berharap pihak terkait bisa secepatnya memperbaiki reklame tersebut. Karena daerah Kawali sering terjadi angin kencang.

“Jangan sampai menunggu dulu papan reklame itu roboh. Baiknya pihak terkait segera memperbaiki reklame tersebut,” ujarnya.

Namun, keterangan berbeda diungkapkan Ujang, masih warga setempat. Menurutnya, papan reklame tersebut posisinya miring, itu karena ukuran papannya tidak sesuai dengan kerangka reklamenya.

“Dulu saya pernah menanyakan ke orang yang memasang reklame itu, kenapa posisinya miring. Ya jawabannya sepeti itu. Dipasang miring agar papannya bisa terpasang. Karena kalau posisinya tegak, papan reklame itu tidak akan masuk ke kerangkanya,” ujarnya.

Meski posisinya miring, lanjut Ujang, namun reklame tersebut tetap kokoh meski terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang. ” Tetapi, apabila ada masyarakat khawatir, ya wajar saja. Karena anggapan masyarakat papan reklame itu miring karena copot salah satu sudutnya. Mestinya ada sosialisasi dari pihak terkait, agar masyarakat sekitar tidak was-was,” pungkasnya. (Her/Dji/R2/HR-Online)

- Advertisment -