Minggu, Mei 29, 2022
BerandaBerita BanjarPeran Kader Menjadi Ujung Tombak Pembangunan di Kota Banjar

Peran Kader Menjadi Ujung Tombak Pembangunan di Kota Banjar

Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP, M.Si, saat berdialog langsung dengan 1.8000 orang kader, dalam acara Temu Kader bertempat di Aula Setda Kota Banjar. Photo: Nanang Supendi/HR.

Banjar,(harapanrakyat.com)

Kader dan PKK dinilai memiliki peranan penting menyukseskan program pembangunan, karena mempunyai potensi untuk menggerakan peran serta atau partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan, khususnya di Kota Banjar.

Hal itu dikatakan Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP, M.Si, saat berdialog langsung dengan 1.8000 orang kader, terdiri dari Kader PKK, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Lansia (BKL), Bina Keluarga Remaja (BKR), Kader Posyandu, Pos KB, dan PIK-R se-Kota Banjar, dalam acara Temu Kader bertempat di Aula Setda Kota Banjar, pekan lalu.

Kegiatan tersebut sebagai upaya melihat langsung keberadaan kader, dan untuk mengetahui sejauh mana para kader mampu berpartisipasi dalam berbagai bidang pembangunan. Selain itu, juga sebagai ajang silaturahmi bagi Walikota Banjar dengan para kader.

“Keberadaan kelompok-kelompok kader yang ada di Kota Banjar ini perlu mendapat pembinaan yang baik, karena kader menjadi ujung tombak pembangunan. Sebeb, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kelompok masyarakat yang diwadahi dari berbagai kelompok kader ini,” ujar Ade Uu.

Dalam dialognya, Ade Uu mengajak kepada semua kelompok kader untuk terus menguatkan program-program pembangunan di Kota Banjar, dimana kader merupakan ujung tombak pembangunan, baik pembangunan kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan, maupun penggerak ekonomi keluarga.

Ade Uu berharap, semua kader mampu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus berkarya nyata dalam memperbaiki kehidupan keluarga. Hal itu sebagai tonggak terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Dalam kegiatan itu, Pemerintah Kota Banjar juga membagikan insentif kader untuk triwulan I tahun 2014. Adapun besar insentif yang diterima oleh masing-masing kader yaitu Rp.100.000 per bulan, sedangkan penyerahan insentif dilakukan per tiga bulan. (Nanks/R3/HR-Online).

- Advertisment -