Rabu, Mei 18, 2022
BerandaBerita PangandaranPLN Pangandaran Lakukan Pemeliharaan dan Sterilisasi Gangguan

PLN Pangandaran Lakukan Pemeliharaan dan Sterilisasi Gangguan

Petugas dari PLN Rayon Pangandaran saat melakukan pemeliharaan. Photo : Madlani/ HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Pangandaran melakukan serangkaian kegiatan pemeliharaan dan sterilisasi gangguan. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir penyebab gangguan jaringan, dan meningkatkan pelayanan masyarakat.

Manajer PLN Rayon Pangandaran, Agus Kabulyadi, Rabu (14/5/2014), mengatakan kegiatan ini sifatnya prefentif, pemeliharaan dan sterilisasi terhadap gangguan-gangguan yang disebabkan oleh alam maupun dari peralatan (maintenance) pada jalur transmisi.

“Ini juga sebagai perwujudan upaya peningkatan pelayanan terhadap masyarakat, meminimalisir gangguan-gangguan, sehingga masyarakat merasa nyaman,” jelas Agus.

Dadi Halia Jatnika, staf teknik yang bertanggung jawab pada kegiatan di lapangan, mengatakan, kegiatan ini dimulai dari Gardu Induk yang berlokasi di Desa Putrapinggan, Pamotan dan sebagian wilayah Kecamatan Padaherang.

Kegiatannya, kata Dadi, meliputi ROW (Right of Wide), pemeliharaan, pemangkasan atau penebasan pohon. Tujuannya agar jaringan tidak tersentuh oleh penyebab gangguan. Kedua, peralatan/ maintenance, pemasangan Arester Triple safety (tiga pengamanan). Pemasangan ini untuk melindungi jaringan dari surya petir.

“Untuk mengantisipasi tegangan lebih. Agar tidak berbahaya bagi warga sekitar. Standar pengamanan tegangan lebih harus di bawah nilai 1,73 ohm, lebih bagus lagi di bawah 1 ohm,” jelas Dadi.

Masih menurut Dadi, yang ketiga, perbaikan titik sambung. Tahapan ini untuk memperbaiki tegangan, sehingga diharapkan tegangan akan lebih bagus setelah diperbaiki sambungannya. Masa atau umur sambungan untuk di daerah Pangandaran, karena cuaca hawa laut, gampang terkena korosi. Maka sangat diperlukan perbaikan.

“Kemudian yang keempat, sasaran kegiatan ini pada pemeliharaan gardu. Hal ini untuk mengantisipasi gangguan yang terjadi pada travo. Dengan cara diukur, dikencangkan dan diganti pengawatannya,” pungkas Dadi. (Mad/Koran-HR)

- Advertisment -