Reaktivasi Jalur Kereta Api Banjar-Pangandaran, Siapa yang Untung?

Jembatan Kereta Api Cikacepit  yang berada di Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran, merupakan salah satu jembatan kereta terpanjang di Indonesia. Jembatan kereta Pangandaran ini merupakan akses yang digunakan kereta api Banjar- Pangandaran yang di era tahun 1980-an masih beroperasi. Foto: Dokumentasi HR

Jembatan Cikacepet yang menjadi akses Kereta Api Banjar- Pangandaran, di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Foto: Dokumentasi HR

Kolom Opini Koran Harapan Rakyat Edisi 14 Mei 2014

Oleh: Husain Husaeni

Kereta Api Jurusan Banjar- Pangandaran saat masih beroperasi pada sekitar tahun 1980-an. Foto: Istimewa/Net
Foto: Ilustrasi

Sejak bergulirnya wacana dan rencana reaktivasi beberapa jalur kereta api yang telah berhenti beropersi beberapa waktu yang lalu, banyak reaksi positif yang bermunculan dalam opini berbagai media, baik media cetak ataupun media sosial. Opini tersebut rata-rata bernada positif dengan berbagai alasan, keinginan, dan kebutuhan.

Demikian pula ketika Jalur Kereta Api Banjar-Pangandaran-Cijulang direncanakan untuk direaktivasi sebagaimana tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) Tahun 2011, Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) Nomor 26 Tahun 2008, dan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Jawa Barat Nomor 22 Tahun 2010, maka banyak reaksi positif yang muncul untuk mendukung reaktivasi jalur tersebut, sehingga menjadi motivator positif bagi para pengambil keputusan untuk mempercepat terwujudnya rencana tersebut.

Dalam tulisan beberapa waktu terdahulu tentang rencana reaktivasi jalur ini, penulis pernah memaparkan tentang keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh oleh masyarakat Kota Banjar ketika jalur kereta ini direalisasikan.

Dalam tulisan berikut, penulis akan mengulas tentang siapa saja yang diuntungkan apabila reaktivasi jalur ini terwujud, ditinjau secara regional-nasional kawasan yang melingkupinya, antara lain :

Kota Banjar

Sebagai entry point dari rencana reaktivasi ini, Kota Banjar diperkirakan akan memiliki dampak positif yang relatif besar, dari mulai sektor transportasi lokal ataupun regional. Peningkatan bangkitan lalu lintas akan terjadi di Kota Banjar seperti pergantian antar moda di center (terminal) atapun dilokasi lain menuju atau dari stasiun Kereta Api Banjar.

Pertumbuhan penduduk akan mengalami peningkatan disamping pertumbuhan secara alami sebagai akibat dari multiflier efek reaktivasi jalur tersebut. Adanya penurunan jumlah rumah tidak layak huni (rutilahu/RTLH) terutama yang menempati lahan-lahan milik PT. KAI (dengan catatan, adanya relokasi atau sentralisasi rutilahu/RTLH pada penduduk yang terkena dampak).

Menurunnya luasan kawasan kumuh perkotaan, meningkatnya perekonomian masyarakat Kota Banjar akibat adanya sistem pergantian moda kereta api dari jurusan lain (regional) yang menunju Ke Pangandaran ataupun sebaliknya.

Yang memungkinkan penumpang atau wisatawan berhenti beberapa saat untuk berwisata belanja. Nantinya akan memacu munculnya produk-produk unggulan di Kota Banjar yang dapat dijadikan sebagai souvenir dan merchindese.

Selain itu pengembangan destinasi pariwisata di Kota Banjar sebagai pendukung pariwisata Pangandaran, sebagai daerah penampungan dan pemasaran dari produk-produk hasil pertanian, perkebunan dan perikanan tangkapan laut dari wilayah Pangandaran, dan sekitarnya, serta penyediaan jasa penginapan akan lebih semarak karena ditunjang oleh adanya peningkatan aktivitas penduduk antar wilayah.

Kabupaten Pangandaran

Sebagai titik akhir atau daerah tujuan dari Rencana Reaktivasi jalur ini, maka Kabupaten Pangandaran yang terdiri dari 10 (sepuluh) kecamatan, akan memiliki manfaat yang tidak sedikit.

Diantaranya sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dengan potensi utama pariwisata akan merasakan dampak langsung dari terwujudnya rencana tersebut, dimana jumlah wisatawan baik mancanegara ataupun wisatawan nusantara diperkirakan akan mengalami peningkatan yang besar dengan alasan moda transportasi yang lebih mudah dan nyaman dibandingkan dengan transportasi darat, disamping dengan adanya rencana perluasan landasan pacu dan pelayanan Bandara Nusawiru.

Berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah wisatawan, maka manfaat lain yang akan diterima oleh Kabupaten Pangandaran adalah meningkat perekonomian masyarakat melalui peningkatan jasa penginapan, kuliner, jasa entertainmen, souvenir dan merchindese khas Pangandaran, pemasaran hasil produk pertanian, perkebunan, peternakan ataupun perikanan tangkapan laut ataupun promosi.

Selain tersebut diatas, manfaat lain yang akan diperoleh oleh Kabupaten Pangandaran apabila reaktivasi jalur ini terwujud adalah terbukanya wilayah-wilayah yang selama ini perkembangan pemanfaatan ruangnya masih relatif kurang tersentuh baik di Kabupaten Pangandaran dan sekitarnya.

Selain peningkatan kualitas jaringan jalan, maka rencana reaktivasi jalur ini diperkirakan akan lebih memacu dan mempercepat perkembangan pada wilayah-wilayah yang strategis dan cepat tumbuh.

Regional Jawa Barat

Secara regional Jawa Barat, apabila reaktivasi jalur ini terwujud, maka diperkirakan akan memiliki nilai positif baik secara ketataruangan, fisik, sosial, kependudukan, perekonomian termasuk pariwisata, ataupun lingkungan hidup.

Secara tata ruang dengan terwujudnya reaktivasi jalur ini maka akan mempermudah untuk merealisasikan Pangandaran sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang akan berkonsekuensi pada peningkatan sarana dan pendukung yang akan dinikmati bukan hanya oleh masyarakat Kabupaten Pangandaran, tetapi juga akan dinikmati oleh para pengunjung atau wisatawan.

Sebagai salah satu pusat pariwisata yang ada di Jawa Barat, maka akan menjadi ikon pariwisata Jawa Barat yang dapat dibanggakan sampai ke mancanegara.

Nasional

Secara nasional, Pangandaran telah menjadi salah destinasi pariwisata nasional yang diharapkan akan menarik wisatawan mancanegara. Dengan adanya rencana reaktivasi tersebut maka akan memudahkan untuk mewujudkan program-program nasional kepariwisataan, perekonomian secara komprehensif ataupun pertahanan dan keamanan.

Apabila rencana tersebut terwujud, maka diperkirakan tingkat perekonomian masyarakat Pangandaran akan meningkat, perekonomian regionala akan mengalami peningkatan, dan apa akhirtnya yang akan berpengaruh pada perekonomian secara nasional.

Dengan direaktivasi jalur ini maka aset-aset PT. KAI yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal dan digunakan dengan hak guna pakai (hak sewa) dapat difungsikan kembali dan digunakan sebagaimana seharusnya demi terwujudnya manfaat yang lebih baik bagi masyakarat.

Dari tulisan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa, apabila Reaktivasi Jalur Kereta Api Banjar-Pangandaran-Cijulang terwujud, maka hampir semua pihak dapat diuntungkan, baik secara kewilayahan-regional ataupun secara nasional. hanya pelaksanaan, pemanfaatan dan pengelolaan yang profesional-lah yang dapat mewujudkan keuntungan-keuntungan tersebut. ***

Penulis adalah PNS di Pemkot Banjar

Tinggal di Kota Banjar