Senin, Mei 23, 2022
BerandaBerita BanjarSerap Aspirasi, Dr. Herman Sutrisno Masih Blusukan di Banjar

Serap Aspirasi, Dr. Herman Sutrisno Masih Blusukan di Banjar

Mantan Walikota Banjar, Dr. dr. H. Herman Sutrisno MM, saat blusukan di daerah Kota Banjar. Foto: Subakti Hamara/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Setelah berhenti memimpin Pemerintahan Kota Banjar, tidak membuat Dr. dr. H. Herman Sutrisno MM., terhenti pula menyapa warganya. Walikota Banjar dua periode (2003-2013) itu, selepas masa kemimpinannya masih aktif menyusuri setiap sudut kota dengan berjalan kaki.

Aktifitas menyapa warga kota telah lama dilakukannya jauh hari sebelum istilah blusukan ramai diperbincangankan. Menurutnya, berjalan kaki menyusuri perkampungan memang sudah menjadi kebiasaannya, dan hal itu sulit ia lepaskan meski telah tak menjabat sebagai Walikota.

“Selain melihat keadaan perkampungan dan menyerap aspirasi, mapay jalan satapak ini bertujuan untuk berolahraga. Kendala dan permasalahan yang ditemui diperjalanan, akan saya sampaikan langsung kepada Walikota, supaya bisa segera ditindaklanjuti,” ucap Walikota Bukan Biasa versi Majalah Tempo ini, Sabtu, (10/05).

Perjalanan Mapay Jalan Satapak biasanya dilakukan seminggu dua kali, atau bahkan lebih. Rute tempuh pun lumayan jauh, bisa mencapai 5 hingga 10 kilometer. Titik awal perjalanan biasanya dilakukan dari kantor DPD Golkar kota Banjar. Arah tujuan ditentukan dipilih secara acak.

Kali ini rute mapay jalan satapak menyusuri jalan kewadanaan, berbelok menuju arah rumah sakit dan menuju pasar banjar. Diawal rute tersebut, setiap warga yang ditemui masih menyapanya dengan panggilan “Pak Wali”.

Sapaan akrab itu seolah tak bisa hilang dari warga kota Banjar. Terlebih para abang becak, disetiap perjalanan yang ditemui selalu menghampiri dan bersalaman. Suasana akrab sangat kentara terlihat, kebiasaan bershadaqah kepada para pengayuh becakpun rupanya masih tetap dilakukan.

Memasuki area pasar banjar, warga yang melihat rombongan mapay jalan satapak tak segan untuk menghampiri dan bersalaman. Dan tak ayal lagi, sejumlah perbincanganpun terjadi. Rupanya itu, maksud menyerap aspirasi, bertemu dan bersilahturahmi, kemudian terjadi percakapan.

“Kepedulian kepada Banjar tak harus terhenti dengan tidak lagi memimpin. Bertegur sapa dengan warga, dan mendengarkan aspirasi masyarakat untuk ditindaklanjuti, merupakan contoh kepemimpinan yang baik,” ucap Ketua DPRD kota Banjar, Drs. Dadang R Kalyubi Msi., ikut dalam perjalanan tersebut.

Selepas pasar banjar, tim mapay jalan satapak masuk ke area gang BM. Sejumlah warga terlihat antusias dan menghampiri untuk bersalaman. Tegur sapa dan berbincang dengan warga semakin sering, saat menyusuri pelosok gang hingga menembus ke wilayah Lembur Balong.

Setiap melihat orang tua jompo, anak-anak serta warga yang kurang bercukupan, Dr. Herman selalu berhenti, dan menanyakan kondisi mereka. Setelah bercakap-cakap dan mendengarkan warganya, diakhiri dengan memberi bantuan uang kadeudeuh. Spontan warga mendo’akan kesehatan Walikota dua periode tersebut.

Didalam perjalanan, Dr. Herman pun sedikit bernostalgia dengan sejumlah infrastruktur yang pernah dibangun disaat masa kepemimpinannya. Bahkan, bila infrastruktur tersebut sudah terlihat rusak, Ia tak segan mencatatnya untuk segera ditindaklanjuti kepada dinas terkait.

Sejumlah jalan lingkungan di wilayah pedalaman Lembur Balong, menurut Dr. Herman sudah saatnya diperbaiki. “Jalan lingkungan dan selokan pembuangan harus segera mendapat perhatian pihak dinas ciptakarya untuk perbaikan. Selokan pembuangan warga merupakan sanitasi, jadi harus segera dibenahi,” ujarnya.

Dr. Herman pun prihatin, saat melihat tumpukan sampah menggunung di sungai Ciroas. Selain mencemari sungai, tumpukan sampah bisa menghalangi arus air, apalagi bila memasuki musim penghujan.”Pihak kebersihan harus segera mengatasi tumpukan sampah tersebut,” tandasnya.

Sejumlah sekolah yang dikunjungi menyambut kedatangannya dengan antusias. Para siswa menghampiri dan bersalaman. Siswa sekolah dasar masih menyebutnya dengan sebutan, “Ikh ada Pak Wali, hayu salaman,” ucap salah seorang siswa mengajak temannya.

Akhir rute perjalanan seperti biasa berakhir di Kupat Tahu Buletin kawasan Patung Pahlawan. Rupanya, kupat tahu plus toge ini menjadi kesukaan Dr. Herman. Sembari menyatap sarapanya itu, lagi-lagi terjadi interaksi dengan sejumlah warga. Dan tentunya, para abang becak yang mangkal dikawasan tersebut. (SBH/Koran-HR)

- Advertisment -