Senin, Mei 23, 2022
BerandaBerita CiamisTradisi Gotong Royong Warga Saguling Masih Bertahan

Tradisi Gotong Royong Warga Saguling Masih Bertahan

Warga Saguling Kolot sedang goyong royong memperbaiki jalan rusak. Photo : Dian Sholeh WP/ HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Tradisi gotong-royong masyarakat Dusun Saguling Kolot, Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis nampaknya masih bertahan dengan kuat. Hal itu dibuktikan dengan kegiatan perbaikan jalan sepanjang 3 kilometer di wilayah tersebut.

Tokoh masyarakat Saguling Kolot, H. Ocih Narkosih, Selasa (13/5/2014), di sela-sela kegiatan gotong-royong, mengatakan, kegiatan itu sangat mencerminkan keakraban dan kebersamaan antar warga Saguling.

Menurut Ocih, gotong-royong merupakan tradisi asli masyarakat Indonesia. Semangat gotong-royong seperti ini harus terus dilestarikan dan dipertahankan. Sebab, dengan gotong-royong, kesatuan dan persatuan bisa terwujud.

Diakui Ocih, kegiatan gotong-royong warga Saguling kolot tidak hanya ketika ada kegiatan perbaikan jalan saja, melainkan ketika ada rehab rumah, kerja bakti, dan pembersihan (bersih-bersih) jalan yang rutin dilakukan setiap satu minggu satu kali.

”Aksi gotong-royong seperti di ini sudah mulai susah terlihat. Makanya, kami (warga Saguling) sangat mempertahankan budaya kebersamaan ini. Mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi daerah lain. Terutama pelajaran bagi generasi muda, betapa pentingnya hidup bersih, dalam bergotong royong,” ujarnya.

Kepala Desa Saguling, Surachman, yang langsung memimpin jalannya kegiatan gotong royong memperbaiki jalan, menandaskan agar hal itu dipertahankan. “Karena hanya dengan kerja keras dan kebersamaan, kita mampu melakukan apa saja, utamanya dalam membangun daerah seperti yang kita lakukan hari ini,” ucapnya.

Surachman menuturkan, warga bisa menyadari bahwa dengan kebersamaan yang ditopang tiga pilar pembangunan, yakni pemerintah, masyarakat dan pihak swasta, akan mampu menyelesaikan setiap permasalahan.

“Hari ini merupakan salah satu bukti kuatnya kebersamaan tiga pilar pembangunan di daerah kita. Karenanya, kebersamaan yang telah terbina selama ini semakin mempererat warga untuk membangun desa,” pungkasnya. (DSW/R4/HR-Online)

- Advertisment -