Rabu, Mei 25, 2022
BerandaBerita BanjarDengan Modal Nekad, PSSI Banjar Gelar Kompetisi Antar Klub

Dengan Modal Nekad, PSSI Banjar Gelar Kompetisi Antar Klub

Dua klub tengah berlaga dalam ajang Kompetisi Sepakbola Antar Klub se-Kota Banjar, yang diselenggarakan oleh Asosiasi PSSI Kota Banjar, di lapangan sepakbola Dusun Randegan, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Photo: Nanang Supendi/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dengan hanya mengandalkan modal nekad, Asosiasi PSSI Kota Banjar menggelar kompetisi sepakbola antar klub se-Kota Banjar. Kegiatan kompetisi tersebut diselenggarakan sesuai perencanaan program kerja PSSI Kota Banjar tahun 2014.

Ketua Umum Asosiasi PSSI Kota Banjar, Drs. H. Nono Hartono, M.Pd., mengatakan, terlaksananya kegiatan ini atas tuntutan klub-klub yang berada di empat kecamatan wilayah Kota Banjaruntuk segera dilaksanakannya kompetisi.

“Alhamdulillah, akhirnya kami bisa memulai pada sore ini,” kata Nono, saat membuka acara yang digelar di lapangan sepakbola Dusun Randegan, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Senin (02/06/2014).

Acara pembukaan yang dihadiri Wakil Walikota Banjar, drg. H. Darmadji Prawirasetia, M.Kes., Ketua DPRD Kota Banjar, Drs. Dadang Kalyubi, M.Si., dan sejumlah pejabat lainnya.

Lebih lanjut Nono mengatakan, walaupun memiliki dana dari biaya pendaftaran peserta dan sumbangan sponsor/donatur, pihaknya juga berharap adanya uluran bantuan dari Pemerintah Kota Banjar, serta memberikan support dalam penyelenggaraan kompetisi.

Kompetisi diikuti 21 klub sepakbola se-Kota Banjar, terdiri dari Raharja Muda FC, Raider FC, Sangkuriang FC, Bared FC, Siemen FC, Pemkot FC, Citanduy FC, Zalrus FC, POP Polres FC, Langen FC, Sanggabuana FC, Gurita FC, dan klub lainnya.

“Keseluruhan peserta dibagi menjadi 5 group dengan memakai sistem setengah kompetisi. Dari setiap group akan diambil 2 tim, sehingga didapat 10 tim, dan yang 10 tim itu nantinya akan bertarung kembali dengan memakai sistem gugur. Direncanakan pertandingan 10 besar akan digelar di lapangan sepakbola Sport Center Langensari,” ujarnya.

Sesuai skedul pertandingan, kompetisi akan berlangsung hingga tiga bulan kedepan. Dalam proses kompetisi ini pula, pihaknya menunjuk tim sebagai pemandu bakat untuk memilih pemain-pemain yang nantinya akan diseleksi. Selanjutnya mereka akan dilatih dan dijadikan anggota tim Persikoban yang saat ini masih berkutat pada kompetisi Divisi II Nasional PSSI.

Nono mengaku optimis bahwa persepakbolaan di Kota Banjar akan segera bangkit dan mampu menembus Divisi I PSSI. Alasannya, Banjar memiliki potensi besar untuk itu. Terlebih pembangunan fasilitas olah raga Banjar Sport Center di Kecamatan Langensari sudah rampung dan bisa digunakan.        

Sementara itu, Wakil Walikota Banjar, drg. H. Darmadji Prawirasetia, M.Kes, dalam sambutannya mengatakan, terkait Asosiasi PSSI Kota Banjar yang melaksanakan kompetisi sepakbola dengan bermodalkan nekad, dirinya sangat mengapresiasi terhadap tekad PSSI yang ingin memajukan persebakbolaan di Kota Banjar, meskipun dana yang dimiliki sangat minim.

“Kedepan KONI Kota Banjar harus mampu merumuskan dan menganggarkan untuk cabang-cabang olah raga, seperti halnya kompetisi yang merupakan cabor sepakbola dari kegiatan Asosiasi PSSI Kota Banjar,” katanya.

Menurut Darmadji, KONI sebagai organisasi induknya harus memikirkan, sehingga bisa dimasukan dalam anggaran KONI di Pemkot Banjar. Jangan sampai ketika akan mengadakan kegiatan selalu berpikirnya dadakan dengan mengajukan proposal.

Sebab, bila sudah ada anggaran di KONI, tentu tidak akan susah karena sudah memiliki modal awal, sesuai rencana program kerja yang dibuat oleh Asosiasi PSSI.

Darmadji menambahkan, fasilitas lapangan sepakbola di area Sport Center digunakan untuk kegiatan kompetisi saja, bukan untuk latihan. Tujuannya agar lapangan tersebut tidak cepat rusak. (Nanks/Koran-HR)

- Advertisment -