Jumat, Mei 27, 2022
BerandaBerita BanjarDishub Banjar Siapkan Antisipasi Arus Mudik Lebaran

Dishub Banjar Siapkan Antisipasi Arus Mudik Lebaran

Terminal Bus Kota Banjar. Foto: Dokumentasi HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjar, telah mempersiapkan untuk mengantisipasi arus mudik maupun arus balik Lebaran. Hal itu dikatakan Kasi. Teknis dan Jaringan Bidang Angkutan Dishub Kota Banjar, Kristianto, saat ditemui HR di ruang kerjanya, pekan lalu. Dia menyebutkan, persiapan tersebut diantaranya antisipasi peningkatan jumlah penumpang di Terminal Bis Banjar, mulai dari pemberangkatan sampai kedatangan.

“Kemudian kita sudah mempersiapkan untuk uji kelaikan kendaraan angkutan umum, karena biasanya uji kelaikan kendaraan dilakukan pada H-7 Lebaran,” katanya.

Persiapan lainnya yaitu penentuan lokasi pendirian posko mudik Lebaran, sekaligus pemetaan titik-titik rawan kemacetan di Kota Banjar. Langkah antisipasi telah disiapkan mengingat jumlah pemudik yang akan melintas di Kota Banjar pada tahun ini diperkirakan meningkat dari tahun sebelumnya.

Dengan persiapan yang sudah matang, diharapkan pemudik kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintasi Kota Banjar selamat sampai tujuan dengan lancar tanpa ada hambatan.

Sedangkan mengenai tarif Lebaran untuk angkutan umum diberlakukan mulai H-7 sampai H+7. Namun, besaran tarif atas dan bawah pada Lebaran tahun ini pihaknya masih menunggu keputusan, baik dari pemerintah pusat untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), maupun keputusan gubernur untuk bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). “Biasanya terjadi kenaikan sampai 15 persen,” ujar Kristianto.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya belum bisa memprediksi berapa persen tingkat lonjakan penumpang di Terminal Bus Banjar pada saat arus mudik maupun balik nanti. Karena, dimasa arus mudik dan balik Lebaran tahun kemarin terjadi penurunan jumlah penumpang.

Hal itu terlihat dari banyaknya armada AKDP dan AKAP yang mengalami sepi penumpang, lantaran banyak pemudik memilih menggunakan sepeda motor dan kereta api, atau lebih memilih merental mobil. Karena, mudik dengan menggunakan fasilitas tersebut dianggap lebih murah ketimbang naik bus.

Meski demikian, tapi pihaknya tetap melakukan antisipasi terhadap segala kemungkinan, jika pada musim mudik dan balik Lebaran nanti terjadi lonjakan penumpang di terminal.

Kristianto menambahkan, selain antisipasi arus mudik Lebaran, pihaknya juga telah mengantisipasi terjadinya penumpukan angkutan kota (angkot) saat pawai ta’aruf yang biasa dilaksanakan dua atau tiga hari sebelum Ramadhan.

Menurutnya, jalur yang akan dilalui peserta pawai ta’aruf nanti dimulai dari Alun-alun Banjar, lalu masuk ke Jl. Pegadaian, Pasar Banjar, Jelat, Dobo, Langensari, dan balik lagi ke Banjar melalui Citangkolo, Lemburbalong, Cikabuyutan, Tanjungsukur, Pamongkoran, Jl. Husein Kartasasmita, kemudian finish di Taman Kota Lapang Bhakti.

“Kita antisipasi jalur angkot, jangan sampai ada penumpukan kendaraan di sekitar pasar. Semua persiapan tersebut sudah dibahas sejak awal bulan ini, dan kita pun sudah berkoordinasi dengan pihak Polres Banjar. Untuk penempatan personil di setiap posko kita juga bekerjasama dengan Polres,” pungkasnya. (Eva/Koran-HR)

- Advertisment -