Minggu, Mei 29, 2022
BerandaBerita BanjarDua Koperasi di Banjar Jadi Percontohan Tingkat Jabar

Dua Koperasi di Banjar Jadi Percontohan Tingkat Jabar

Photo: Ilustrasi

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Koperasi Petani Agropolitan Sumber Alam (Koptan ASA) dan Koperasi Guru Banjar (KGB), dinyatakan masuk dalam kategori koperasi percontohan Jawa Barat tahun 2014. Hal itu dikatakan Kasi. Kelembagaan Koperasi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Banjar, Yadi Suryadi Praja, S.Sos, kepada HR, Selasa (10/09/2014).

“Keunggulan, eksistensi dan kiprah gerakan koperasi perlu diketahui oleh masyarakat luas, maka Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Barat, telah melakukan identifikasi kepada koperasi yang ada di dua puluh enam kabupaten/kota,” kata Yadi.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa identifikasi tersebut dilakukan dalam rangka pengembangan koperasi sebagai badan usaha yang sehat, dan memiliki daya saing global, untuk lebih mengembangkan koperasi yang memiliki kegiatan di sektor riil, dan potensial agar lebih dikembangkan menjadi koperasi percontohan Jawa Barat.

Dengan demikian, dalam upaya pengembangan koperasi percontohan itu perlu mendapatkan dukungan melalui program dan kegiatan dari Pemerintah Provinsi maupun pemerintah daerah kabupaten/kota.

Berdasarkan hasil verifikasi dan penghitungan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, maka Surat Keputusan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat Nomor.188.4/450/kop, tanggal 28 Februari 2014 tentang Koperasi Skala Besar Jawa Barat dan Nomor.188.4/451/kop, tanggal 8 Februari 2014 tentang Koperasi Percontohan Jawa Barat, menetapkan 100 Koperasi Skala Besar Jawa Barat dan 52 Koperasi Percontohan Jawa Barat.

“Adapun koperasi binaan Disperindagkop Kota Banjar yang masuk dalam kategori Koperasi Percontohan Jawa Barat yaitu Koperasi Petani Agropolitan Sumber Alam. Koperasi ini masuk dalam kategori Koperasi Produksi di bidang pertanian, dan Koperasi Guru Banjar masuk dalam kategori Koperasi Karyawan atau Fungsional di bidang simpan pinjam,” paparnya.

Yadi juga menyebutkan, bahwa penilaian dilakukan secara objektif oleh Dinas Koperasi dan UMKM beserta Dekopinwil Provinsi Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada bulan Februari 2014 lalu. Metode penilaian diantaranya dengan cara wawancara, serta penilaian instrument identifikasi potensi pengembangan koperasi yang terangkum dalam format penilaian.

Pihaknya berharap, kedepan koperasi di Kota Banjar bukan hanya Koptan ASA dan KGB saja yang menjadi percontohan, namun semua koperasi bisa menjadi tauladan bagi perekenomian Indonesia, khususnya di Kota Banjar.

“Mudah-mudahan dengan adanya penghargaan ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk bisa hidup berkoperasi,” harapnya. (Eva/Koran-HR)

- Advertisment -