Minggu, Mei 29, 2022
BerandaBerita CiamisJelang Puasa, Harga Biji Kopi di Ciamis Merosot

Jelang Puasa, Harga Biji Kopi di Ciamis Merosot

Photo : Ilustrasi Biji Kopi/ Net

Jatinagara, (harapanrakyat.com),-

Menjelang Bulan Suci Ramadhan, harga biji kopi jenis lokal dan arabika mengalami penurunan drastis. Akibat kondisi itu, sejumlah petani kopi di Kecamatan Jatinaga, Kabupaten Ciamis mengeluh. Pasalnya, pendapatan hasil panen tidak bisa menutupi kebutuhan sehari-hari.  

Rosid, Petani Kopi asal Dusun Sembawa, RT 05 RW 08, Desa Mulyasari, Jatinagara, Senin (9/6/2014), membenarkan penurunan harga biji kopi di pasaran. Saat ini, harga biji kopi berkisar antara Rp 17-18 ribu perkilogram.

“Padahal sebelumnya, harga biji kopi mencapai antara Rp 21-22 ribu perkilogramnya,” kata Rosid.

Mursal, petani lainnya, mengatakan, bila dibandingka dengan tahun lalu, biji kopi yang dia miliki cukup banyak, karena ada peningkatan hasil panen. Sayangnya, keuntungan hasil panen kali ini lebih sedikit, akibat turunnya harga biji kopi.

Lebih lanjut, Mursal mengeluhkan kenaikan harga sejumlah komoditi menjelang Bulan Ramadhan, begitu juga naiknya ongkos angkut. Tapi dia menyayangkan, hal itu tidak seiring dengan komoditi kopi, karena kali ini harganya turun.

Menurut Mursal, harga kopi jenis Arabika paling banter Rp. 18 ribu perkilogram, sedangakan untuk biji kopi kualitas sedang, Rp. 16 ribu. “Kami hanya bisa mengikuti harga pasar . Jika harga pasar naik, kami ikut naik. Namun, jika harga pasar turun, kami juga ikut turun,” katanya.

Informasi yang berhasil dihimpun HR, menyebutkan, penurunan harga biji kopi disebabkan karena cuaca yang sedang baik, sehingga produksi kopi di setiap wilayah melimpah.

Terlebih, saat ini cuaca hangat dan kering membantu mempercepat proses pengeringan biji kopi. Selain itu, penurunan harga juga dipengaruhi oleh proyeksi bahwa produksi global akan melampaui permintaan.

Apalagi, pasokan kopi Arabika Global dikabarkan mencapai level tertinggi. Bias diperkirakan, pergerakan harga biji kopi masih berpotensi untuk mengalami penurunan. Meski begitu, seyogyanya Pemerintah dapat memantau kenaikan harga komoditi lainnya, menjelang bulan Suci Ramadhan kali ini. (dji/Koran-HR)

- Advertisment -