Rabu, Mei 25, 2022
BerandaBerita CiamisMesjid Agung Ciamis Dibangun RAA Koesoesoemadiningrat

Mesjid Agung Ciamis Dibangun RAA Koesoesoemadiningrat

Komplek Islamic Center Ciamis sebagai pengganti Gedung Dakwah Ciamis yang dirobohkan untuk perluasan Mesjid Agung Ciamis. Foto: Dok: HR

Rubrik Sorot Koran Harapan Rakyat Edisi 11 Juni 2014

Oleh: Suherman DS

MESJID agung Ciamis pertamakali dibangun oleh Raden Adipati Aria Koesoemadiningrat, Bupati Galuh ke XVI ( 1839-1886). Arsitektur mesjid waktu itu termegah di tatar Sunda. Dalam perjalanannya mesjid agung itu berungkali direnovasi. Sementara gedung dakwah Islam di sebelah selatan mesjid agung dan kini menjadi halaman parkir dibangun tahun 1968 prakarsa Mayor Moh. Nawawi.

Waktu itu Mayor Moh Nawawi selain menjadi ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPRGR) Ciamis, ketua Majlis Ulama (MU) Kabupaten Ciamis juga mantan komandan “pager betis” di kaki gunung syawal sekitar. Dana untuk membangun gedung dakwah Islam waktu itu bersumber dari swadaya masyarakat se Kabupaten Ciamis. “Kalau tidak salah sumbangan dari setiap Kepala Keluarga (KK) sebesar Rp 1,-. Sedangkan dari Nikah Talak Cerai Ruju (NTCR) sawilasana,” kenang Drs KH Djuan Ahmad Asya’ri, M Pd.

Masa bupati Kolonel Kavaleri (purn) H Taufik Hidayat Gedung Dakwah Islam direnovasi. Selain bentuknya lebih bagus juga dapat menampung lebih banyak, sehingga setiap peringatan hari hari besar Islam dan berbagai aktifitas masyarakat lainnya untuk memakmurkan dan mengagungkan syiar Islam terpusat di gedung dakwah Islam tersebut.

Masa bupati H Oma Sasmita Sumardi, SH (1999-2004) mesjid agung Ciamis kembali direnovasi dengan perpaduan berbagai arsitektur. Dana renovasi sebagian bersumber dari bantuan Gubernur Jabar, APBD Ciamis dan infaq para pegawai negeri, TNI, Polri dan masyarakat. Besarnya infaq dari PNS setiap bulan bervariasi sesuai golongan dan eselon.

Ketika H Oma Sasmita Sumardi, SH habis masa jabatan, mesjid agung itu belum tuntas keseluruhan. Di antaranya pembangunan pagar, kubah mesjid, pemasangan keramik lantai dua bagian depan berikut halaman parkir (bekas gedung dawah) dirampungkan bupati kolonel Inf (purn) H Engkon Komara. Hanya ketika gedung dakwah itu akan dibongkar, Kol.Pol (purn) RHE Abdul Karim dan pini sepuh Ciamis antara lain KH Irfan Hielmy (alm), pengasuh pesantren Darussalam berharap harus ada penggantinya.

Maka, dana infaq tersebut berlanjut untuk membiayai pembangunan Gedung Islamik Center/Gedung Dakwah Islam di Kertasari Ciamis. Gedung itu mulai dikerjakan Oktober 2006 ditangani arsitek Ir Budi, putra Tatar Galuh Ciamis dan peletakan batu pertama oleh H Engkon Komara. Untuk memperkokoh konstruksi bangunan sehingga dasar pondasi menggunakan 92 titik tiang pancang kedalaman 18 meter.

Semula anggaran untuk membangun Gedung Dakwah Islam/Islamik Center, lahan parkir, jalan lingkungan Rp 7,3 miliar.“Namun, dengan melakukan penghematan sehingga realisasinya menghabiskan sebesar Rp 5,6 miliar,” tutur Ketuadewan penasehat Majlis Ulama Indonesia (MUI) Ciamis yang juga Pengurus Pusat Kegiatan Islam Ciamis, KH Drs Djuan Ahmad Asya’r M Pd.

Dituturkannya, sesuai keinginan masyarakat agar Ciamis memiliki gedung asrama haji. Sebab waktu itu para calon jemaah haji menjelang keberangkatan ada yang tidur di hotel atau rumah pamilinya. Setelah membangun mesjid, kantor bersama Majlis Ulama Indonesia (MUI), perpustakaan dan toilet berlanjut kepada pembangunan gedung asrama haji yang pertama. Untuk memperkokoh bangunan sehingga dasar pondasi menggunakan 92 titik tiang pancang kedalaman 18 sampai 24 meter.

Luas bangunan mencapai 2.200 meter persegi terdiri 24 kamar masing masing 6 x 6 meter dilengkapi ruang petemuan, sekretariat, dapur dan fasilitas lainnya dengan rencana biaya sekitar Rp 6 miliar karena terjadi kenaikan harga material di antaranya untuk kusen alumnium saja harganya mencapai Rp 440 juta. Asrama haji tersebut diresmikan Bupati H.Engkon Komara waktu pemberangkatan calon haji tahun 2012 lalu. Sedangkan pembangunan gedung asrama haji yang ke dua mulai Januari 2014 dengan anggaran dana Rp 6,554 miliar di antaranya Rp 5 miliar bantuan dari Gubernur Jabar dan peletakan batu pertama oleh H Engkon Komara.

Luas bangunan dan fasilitas sama dengan gedung asrama haji yang pertama. Hanya saja karena kondisi tanah tidak rata sehingga pemasangan tiang pancang kedalaman 18 sampai 24 meter jumlahnya melebihi dari bangunan asrama haji yang pertama. Karena gedung asrama haji yang kedua itu letaknya berhadapan dengan gedung asrama yang pertama, sehingga bagian belakang diupayakan agar indah dipandang Jika hanya menggunakan dana bantuan gubernur sebesar itu diperkirakan pekerjaan konstruksi mencapai sekitar 76 persen. Sehingga sekurangnya akan diusahakan mencari dari sumber yang lain.

Apabila bangunan asrama haji tahap kedua sudah selesai sehingga dapat menampung 500 orang calon jemaah haji untuk satu kelompok terbang. Sebab rata rata calon jemaah haji Kabupaten Ciamis setiap tahun di atas 1000 orang. Dengan demikian mereka dapat tertampung secara keseluruhan dalam satu tempat di Islamik Center Ciamis.“Sesuai rencana juga jika didukung ada dananya di komplek Islamik Center seluas total 30.385 meter persegi (3,0385 hektar) direncanakan dilengkapi areal manasik haji, kantin, ruang cendera mata dan ply grup sehingga terbentuk komplek Islamic Center,” ujar Drs KH Djuan Ahmad Asya’ri, M Pd.

Sementara bilamana cuaca cerah setiap pagi atau sore terlebih lagi Sabtu dan Minggu atau libur lainnya masyarakat dari berbagai tingkatan usia dan status sosial melakukan jogging, bersepeda dan aktifitas lainnya sekitar Islamil Senter. “Dengan adanya Islamik Senter kegiatan olahraga dan aktifitas masyarakat tidak perlu harus jauh mencari tempat lain. Bahkan jika bulan Ramadhan menjadi pusat “ngabuburit” warga Kertasari sekitar,” ujar sejumlah warga. ***

- Advertisment -