Selasa, Mei 24, 2022
BerandaBerita TerbaruPangandaran Bisa Dijadikan Bali-nya Jawa Barat

Pangandaran Bisa Dijadikan Bali-nya Jawa Barat

Objek Wisata Tanah Lot Bali menjadi tempat yang ramai dikunjungi wisatawan karena keindahan pantai dan keunikan bangunan pura yang berdiri di atas gegunungan batu. Foto: Bachtiar Hamara/HR

Edisi ‘Sorot’ Koran Harapan Rakyat 28 Mei 2014

Oleh : Bachtiar Hamara (Pimpinan Umum Koran HR)

Kawasan Pantai Jimbaran Bay Bali, menjadi tempat wisata kuliner makanan sea food. Tempat ini banyak digemari wisatawan untuk sekadar makan dengan menikmati pemandangan laut. Foto: Bachtiar Hamara/HR
Kawasan Pantai Jimbaran Bay Bali, menjadi tempat wisata kuliner makanan sea food. Tempat ini banyak digemari wisatawan untuk sekadar makan dengan menikmati pemandangan laut. Foto: Bachtiar Hamara/HR

Obyek wisata pantai dan pegunungan Kabupaten Pangandaran punya daya tarik sendiri soal kindahan alamnya. Setiap hari libur, obyek wisata ini selalu sesak didatangi wisatawan lokal maupun asing, tapi sayang obyek wisata di Pangandaran ini belum terkelola dengan baik.

Bila saja Pemprov. Jawa Barat memprioritas penanganan obyek wisata Pangandaran terencana dengan baik, Pangandaran akan menjadi Bali-nya di Prov Jabar. Setelah Pangandaran menjadi DOB (Daerah Otonomi Baru), terpisah dari Kabupaten Induknya Ciamis bisa mengatur sendiri pemerintahannya. Bahkan Kabupaten Pangandaran telah menyatakan sebagai Kabupaten Pariwisata.

Obyek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran, tak kalah indahnya dengan kondisi alam di Pulau Bali. Baik pantai, gunung, maupun situs-situs yang ada bisa membuka awal peradaban manusia di Pangandaran pada masa lalu. Baik budaya lokal yang ada disana digali dan dikembangkan akan mempunyai nilai dan ciri khas perpaduan adat Sunda dan Jawa yang berbeda dari daerah-daerah lain di Indonesia.

Andaikan revitalisasi jalur kereta api Banjar, Pangandaran, Cijulang, dibangun dan diaktifkan kembali. Jalur kerata api Banjar- Pangandaran ini mempunyai banyak jembatan dan 4 terowongan, yaitu terowongan Batulawang (panjang 281,5 m) di kota Banjar, terowongan Hendrik (105 m), terowongan Juliana (147,70 m), dan terowongan Sumber atau Wilhelmina (1,116,10 m) dan jembatan Cikacepit (1.250 m). Terewongan dan jambatan ini yang paling panjang di Indonesia. Selain itu keindahan pantai dan alam pegunungan, di Kabupaten Pangandaran tak kalah dengan Bali.

Terowongan Wihelmina di antara perbatasan Desa Bagolo- Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Terowongan ini merupakan terpanjang di Indonesia. Foto: Istimewa/Net
Terowongan Wihelmina di antara perbatasan Desa Bagolo- Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Terowongan ini merupakan terpanjang di Indonesia. Foto: Istimewa/Net

Bedanya Pangandaran, pola pikir masyarakat belum terkonsep dalam menghayati Sapta Pesona. Hal itu beda dengan Bali. Untuk menjadi daerah wisata yang mendunia, Pemprov. Jabar dan Kabupaten Pangandaran, harus merobah pola pikir masyarakatnya untuk melaksanakan pedoman Sapta Pesona. Agar menarik wisatawan untuk berkunjung dan menikmati pesona pantai dan alam pegunungan dan lebih lama tinggal di Pangandaran. Saat ini wisata lokal maupun asing, lama tinggal di Pangandaran hanya 2-3 hari saja, selanjutnya mereka mengunjungi Yogyakarta dan Bali. Bahkan Pangandaran di lewat dalam agenda perjalanan wisata, karena banyak kekurangannya.

Pertama kali datang ke Bali, setiap orang pasti kaget tentu saja bagai orang awam yang tak biasa. Melihat cara berpakaian wisatawan asing yang serba seksi, hanya dengan celana pendek ketat, hanya dengan bra (bh) bagi wanita, celana pendek dan kaos bagi pria. Hal itu lumrah di Bali, makanya Bali terkenal mendunia. Masyarakatnya sangat menghargai perbedaan budaya, itulah kelebihannya di Bali. Paling luar biasa, Sapta Pesona dilaksanakan di Pulau Dewata itu.

Itu kesan pertama kondisi Bali, orang sana sudah cuek melihat yang begituan. Menurut data dari Dinas Pariwisata setempat, setiap hari lebih seribu orang wisatawan mancanegara datang ke Pulau Dewata. Mereka tinggal antara dua minggu sampai tiga bulan melancong di Bali, meskipun tidak semua wisatawan yang datang ke Bali berkantung tebal. Dan ada juga yang bermukim di Bali karena perkawinan antara warga negara asing dan orang Bali, baik wanita atau prianya.

Bertandang ke Bali selama sepekan cukup puas, pada awal Mei lalu berkunjung ke obyek wisata yang terkenal sampai ke mancanegara bisa disinggahi berbagai tempat wisata meskipun tak terlalu lama, panorama alam di Bali dari pantai, sampai daerah pegunungan sangat menarik di pulau Dewata ini. Meskipun saya datang ke Bali bukan untuk pertama kalinya, waktu masih jadi wartawan di Jakarta pada zaman orde baru, sering ikut dengan rombongan pejabat negara ke sana paling lama dua malam, acara beres kembali ke Jakarta.

Selama penulis sepekan berada di Bali, teringat Pangandaran yang punya pantai dan pegunungan yang indah. Bila saja obyek wisata pantai dan pegunungan di Kabupaten Pangandaran ditangani dengan baik, maka tak usah jauh pergi ke Bali. Karena panaroma alam laut dan pegunungan Pangandaran tak kalah indahnya dengan Bali. Bedanya, hanya maindset (pola pikir) masyarakat. Di Masyarakat Pangandaran belum tertanam pola pikir Sapta Pesona.

Sapta Pesona merupakan kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan berkunjung ke suatu daerah atau wilayah di negara kita. Kita harus menciptakan suasana indah mempesona dimana saja dan kapan saja. Khususnya di tempat-tempat yang banyak dikunjungi wisatawan. Mereka (wisatawan) akan betah tinggal lebih lama, merasa puas atas kunjungannya dan memberikan kenangan yang indah dalam hidupnya.

Ada tujuh unsur dalam Sapta Pesona, diantaranya :

  1. Aman. Terwujud suatu kondisi dimana wisatawan dapat merasakan dan mengalami suasana yang aman, bebas dari ancaman, gangguan, serta tindak kekerasan dan kejahatan merasa terlindungi dan bebas dari :

– Tindak kejahatan, kekerasan, ancaman dari pencopetan, pemerasan penodongan, dan penipuan dll.

– Terserang penyakit menular dan penyakit berbahaya lainnya.

– Kecelakaan yang disebabkan oleh alat perlengkapan dan fasilitas yang kurang baik, seperti kendaraan, peralatan untuk makan dan minum, lift, alat perlengkap atau rekreasi dan olah raga.

– Gangguan oleh masyarakat antara lain berupa pemaksaan oleh pedagang asong, tangan jahil, ucapan dan tindakan serta perilaku yang tidak bersahabat dan lain sebagainya.

Jadi aman berarti terjamin keselamatan jiwa dan fisik, termasuk milik barang wisatawan.

2. Tertib. Yaitu suatu kondisi yang mencerminkan suasana tertib dan teratur serta disiplin dalam semua segi kehidupan masyarakat baik dalam hal lalu lintas kendaraan, penggunaan fasilitas maupun dalam berbagai perilaku masyarakat lainnya, misalnya :

– Lalu lintas tertib, teratur dan lancar, alat angkutan datang dan berangkat tepat waktu.

– Tidak nampak yang berdesakan atau berebut pendapat atau membeli sesuatu yang diperlukan.

– Bangunan dan lingkungan ditata teratur rapih.

– Informasi yang benar tidak membingungkan.

3. Bersih. Berarti kondisi yang memperlihatkan sifat bersih dan higienes baik keadaan lingkungan, sarana pariwisata, alat perlengkapan pelayanan maupun manusia yang memberikan pelayanan tersebut. Wisatawan akan merasa betah dan nyaman bila berada di tempat-tempat yang bersih dan sehat, seperti :

– Lingkungan yang bersih baik di rumah sendiri maupun di tempat-tempat umum, hotel, restoran, angkutan umum, tempat rekreasi, toilet.

– Sajian makanan dan minuman bersih dan sehat.

– Penggunaan dan penyediaan alat perlengkapan yang bersih.

– Pakaian dan penampilan petugas bersih, rapih dan tidak menampilkan bau yang tak sedap.

4. Sejuk. Terciptakan suasana yang segar, sejuk serta nyaman yang dikarenakan adanya penghijauan secara teratur dan indah baik dalam bentuk taman maupun penghijauan di setiap lingkungan tempat tinggal, seperti :

– Turut aktif memelihara kelestarian lingkungan dan hasil penghijauan yang telah dilakukan masyarakat ataupun pemerintah.

– Berperan secara aktif untuk menganjurkan dan memelopori agar masyarakat setempat melaksanakan kegiatan penghijauan dan memelihara kebersihan, menanam berbagai tanaman di halaman rumah masing-masing baik hiasan maupun tanaman yang bermanfaat bagi rumah tangga, di halaman sekolah dan lain sebagainya.

– Membentuk perkumpulan yang bertujuan memelihara kelestarian lingkungan.

– Menghiasi ruang belajar/kerja, ruang tamu, ruang tidur, dan tempat lainnya dengan aneka tanaman penghias dan penyejuk.

– Memprakarsai berbagai kegiatan dan upaya lain yang dapat membuat lingkungan hidup kita, menjadi sejuk, bersih, segar dan nyaman.

5. Indah. Yaitu kondisi yang mencermikan penataan yang teratur, tertib serasi baik mengenai prasarana, sarana, penggunaan tata warna yang serasi, selaras dengan lingkungan serta menunjukan sifat-sifat kepribadian nasional. Indah yang selalu sejalan dengan bersih dan tertib dan tidak terpisahkan dari lingkungan hidup baik berupa ciptaan Tuhan Yang Maha Esa maupun hasil karya manusia. Karena itu kita wajib memerihara lingkungan hidup agar lestari dan dapat dinikmati oleh umat manusia.

6. Ramah Tamah. sikap dan perilaku masyarakat yang ramah dan sopan dalam berkomunikasi, memberikan pelayanan serta ringan tangan untuk membantu tanpa pamrih. Ramah tamah merupakan watak dan budaya bangsa Indonesia pada umumnya, selalu menghormati tamunya dan dapat menjadi tuan rumah yang baik. Sikap ramah tamah ini merupakan salah satu daya tarik bagi para wisatawan, oleh karena itu harus kita pelihara terus.

7. Kenangan. Kesan yang menyenangkan dan akan selalu diingat. Kenangan dapat berupa yang indah dan menyenangkan akan tetapi dapat pula yang tidak menyenangkan. Kenangan yang ingin diwujudkan dalam ingatan dan perasaan wisatawan dari pengalaman berwisata di Indonesia, dengan sendirinya adalah yang menyenangkan. Kenangan yang indah ini dapat pula diciptakan dengan antara lain :

– Akomodasi yang nyaman, bersih dan pelayanan yang cepat tepat dan ramah.

– Atraksi-atraksi budaya khas yang mempesona.

– Jenis makanan daerah yang lezat dengan penampilan penyajian yang menarik dan higienes.

– Cendera mata yang merupakan ciri khas daerah dengan penampilan yang indah dan harga murah.

Sapta Pesona dan tujuan pelaksanaannya begitu luas dan tidak hanya untuk kepentingan pariwisata semata. Memasyarakatkan dan membudayakan Sapta Pesona dalam kehidupan sehari-hari mempunyai tujuan jauh lebih luas, yaitu untuk meningkatkan disiplin nasional dan jati diri bangsa yang juga akan meningkatkan citra baik bangsa dan negara.

Sapta Pesona di Bali sudah menjadi sikap kehidupan masyarakatnya untuk menarik wisatawan betah dan lebih lama tinggal dan memberikan kesan yang selalu dikenang dan ingin kembali datang ke Pulau Dewata Bali.

Berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Tanggerang/Jakarta, pukul 11.30, dalam penerbangan selama 1.45 menit mendarat di Bandara Ngurah Rai menuju hotel di Jl. Legian, menyelusuri pantai kuta yang dijadikan tempat nongkrong turis bule sangat romantik dengan berjejer gedung-gedung modern, antara jalan dan pantai kuta dibatasi oleh benteng tembok dengan banyak celah untuk keluar masuk.

Untuk melihat sunset menuju ke pantai Jimbaran Bay, sambil makan dan minum di pantai, sunset akan terbenam di balik laut yang berombak kecil berwarna biru muda. Menuju Ulu Jami ke arah timur Denpasar ada pantai bernama padang-padang lokasi di bawah bukit karang, tempat itu sangat disenangi turis asing meskipun bertebing.

Ditempat yang romantis itu ada hotel di bukit karang bernama Bulgari yang bertarif Rp.60 juta/malam, dan harga secangkir kopi 100 ribu rupiah. Disitu tamunya untuk selebritis mancanegara dan artis hollywood yang datang sembunyi-sembunyi dari awak media.

Menuju Tanah Lot sebuah obyek wisata di Bali yang menawarkan keindahan alam saat matahari terbenam. Keunikan Pura Tanah Lot ialah tempat yang terletak di tengah laut kira-kira 300 meter dari bibir pantai, terdapat juga batu karang yang di tengahnya terdapat gua besar.

Sebagai sebuah obtek wisata Tanah Lot telah dikelola secara profesional yang dilengkapi dengan fasilitas parkir, toilet, art shop, restoran, hotel, open stage, touris information centre, dan fasilitas secury dan safety. Dengan membayar tiket masuk maka seluruh pengunjung telah dilindungi dengan asuransi kecelakaan. Begitu pula dengan layanan parkirnya, setiap kendaraan yang masuk ke wilayah tanah lot dengan membayar retribusi parkir secara langsung sudah dilindungi dengan asuransi.

Kawasan wisata Badugul terletak di anatara perbatasan Kabupaten Tabana dan Kabupaten Buleleng. Dari Ibu Kota Denpasar menunju lokasi itu dapat ditempuh dalam waktu lebih kurang dua jam atau berjarak 90 km mengikuti jalan raya Denpasar menuju Singaraja, dengan kondisi jalan yang menanjak.

Bilamana sudah mendekati Bedugul atau memasuki desa Pacung, kecamatan Baturiti, maka udara akan semakin dingin dan kadang-kadang berkabut serta sering kali turun hujan, karena kawasan itu berada pada ketinggian 1.250-1.400 meter diatas permukaan laut. Di sepanjang jalan antara desa Pacung kawasan Bedugul banyak terdapat hotel untuk menginap dan beberapa rumah makan. Obyek-obyek wisata yang berada di kawasan Bedugul.

Di kawasan Bedugul terdapat tiga danau, yaitu Danau Beratan, Danau Buyan, dan Danau Tamblingan. Danau Beratan adalah danau yang pertama dilalui bilamana dari arah Denpasar dan berjarak sekitar 300 meter dari kebun raya Bedugul. Danau ini berada di sebelah kanan jalan bila menuju Singaraja.

Obyek wisata yang terdapat di Danau Beratan adalah obyek wisata Bedugul dan Ulu danu. Di Lokasi obyek wisata Bedugul. Danau Beratan terdapat tempat peristirahatan untuk menginap dan rumah makan serta sarana penyewaan boat untuk mengelilingi Danau Beratan.

Sedangkan obyek wisata Ulun Danu merupakan taman bermain dan juga terdapat Pura Ulun Danu Beratan (yang menjadi gambar pada uang 50 ribu rupiah-Red). Pada sekeliling Pura ini terdapat dua meru bertumpang sebelas dan bertumpang tujuh. Dua meru ini berada agak terpisah dari daratan atau hampir berada di pinggir danau.

Pasti Pangandaran tak akan sama dengan Pulau Bali. Pangandaran adalah Pangandaran. Bila saja mencontoh dalam pengelolaan wisata di Bali tak salah bukan?. Mudah-mudahan dalam kurun waktu 15 tahun kedepan Pangandaran dan Bali cuma beda-beda tipis. ***

- Advertisment -