Rabu, Mei 18, 2022
BerandaBerita BanjarPerguruan Silat di Banjar, Gelar Pertunjukan Debus dan Kuda Lumping

Perguruan Silat di Banjar, Gelar Pertunjukan Debus dan Kuda Lumping

Dua orang dari Perguruan Pencak Silat Anggrek Putih, saat mempertunjukan antraksi debus, di Dusun Warungbuah, Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Senin (23/06/2014). Foto: Hermanto/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Perguruan Pencak Silat Kombinasi Anggrek Putih, menggelar acara hiburan seni debus dan kuda lumping, di Dusun Warungbuah, Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Senin (23/06/2014). Kegiatan ini digelar dalam rangka mengisi liburan anak sekolah dan untuk menghibur masyarakat umum.

Seni debus dan kuda lumping merupakan sebuah pertunjukan kesenian tradisional yang menggunakan kekuatan magic. Para pemain memainkannya dengan waditra berupa kuda-kudaan yang terbuat dari anyaman bambu yang diberi motif hiasan dan direka seperti kuda.

Acara debus ini pun tampak menghibur penonton. Pemainnya melakukan berbagai atraksi yang sangat ekstrim, seperti menusukkan besi ke tangan, berguling-guling di atas pecahan kaca, hingga loncat-loncat di atas tumpukan pecahan kaca. Tidak heran, dalam atraksi ini membuat penonton merasa ngeri.

Selain debus, para pemain pencak pun menampilkan tarian kuda lumping. Puncaknya pada tarian ini adalah para penarinya hingga mabuk atau yang disebut dalam bahasa sunda mendem. Pada atraksi ini si penari akan memakan apa saja, termasuk yang berbahaya dan yang tak lazim dimakan manusia. Mereka memakan pecahan kaca, dedaunan, dan dedak.

Lebih kocaknya lagi, para pemain ini “nyambat’ orang gila, sehingga tingkah laku mereka mirip orang tidak waras. Namun, hal ini sangat menghibur penonton, tak jarang para penonton dibuat tertawa terbahak-bahak.

Abah Sutijo, Guru Besar Perguruan Anggrek Putih, mengatakan, diadakannya kegiatan ini hanya untuk menghibur warga saja dan tidak ada meksud untuk memamerkan kekuatan. Hanya saja, dia menyayangkan Pemkot Banjar tidak memperhatikan kesenian tradisional ini.

“Padahal, salah satu murid saya, di bidang ibing pencak, mewakili Kota Banjar pada acara Pasanggiri se Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Menurut Sutijo, saat ini murid di padepokan pencak silat binaannya sudah berjumlah 73 orang. Dia mengatakan akan terus mengembangkan seni tradisional, khususnya seni ibing pencak, kuda lumping dan debus di Kota Banjar. (Hermanto/R2/HR-Online)

- Advertisment -