Minggu, Mei 22, 2022
BerandaBerita BanjarPresidium Pinang dr. Herman Benahi Kabupaten Pangandaran

Presidium Pinang dr. Herman Benahi Kabupaten Pangandaran

DR. dr. H. Herman Sutrisno MM

 

Ketua Presidium DOB Kab. Pangandaran, H. Supratman BSc. S. AP., saat berkunjung ke kediaman Walikota Banjar dua periode, DR. dr. H Herman Sutrisno MM., Kamis (29/5). Foto: Subakti Hamara/HR
Ketua Presidium DOB Kab. Pangandaran, H. Supratman BSc. S. AP., saat berkunjung ke kediaman Walikota Banjar dua periode, DR. dr. H Herman Sutrisno MM., Kamis (29/5). Foto: Subakti Hamara/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sekitar pukul 10:20 menit pagi hari menuju siang di hari Kamis (29/5), dua buah kendaraan roda empat memasuki rumah kediaman Walikota Banjar dua periode, DR. dr. H. Herman Sutrisno MM. Pintu gerbang halaman samping pun bergegas dibuka para penjaga rumah. Sambutan hangat dilakukan para penjaga kepada rombongan tersebut.

Rupanya rombongan merupakan iring-iringan yang berisi jajaran Presidium Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran. Ketua rombongan yang sekaligus Ketua Presidium DOB Kab. Pangandaran, H. Supratman BSc. S.AP., beserta jajaran Presidium lainnya langsung disambut hangat sang tuan rumah, DR. dr. H. Herman Sutrisno MM.

Pertemuan kedua tokoh Presidium itu berlangsung untuk ke sekian kalinya. Menurut Supratman, ini merupakan silahturahmi yang sering dilakukan jajaran Presidium DOB Kab. Pangandaran, semenjak awal perjuangan hingga terbentuknya DOB Pangandaran.

“Pertemuan ini bersifat konsultasi rutin kami kepada dr Herman, baik sebelum menjadi DOB maupun sesudah jadi. Untuk kali ini kami ingin berkonsultasi mengenai masa depan Kab. Pangandaran, supaya menjadi DOB yang maju dan berkembang seperti kota Banjar,” ungkapnya saat ditanya HR atas maksud kunjungan tersebut.

Bagai gayung bersambut, dr Herman membenarkan apa yang dikatakan H. Supratman. Menurutnya, pertemuan seperti itu bukan untuk yang kali pertamanya. “Banyak hal yang kita sering diskusikan mengenai Pangandaran,” ucap dr. Herman.

Pertemuan terlihat santai dan akrab yang digelar dipelataran belakang rumah. Diskusi pun mengalir mengenai kondisi Kab. Pangandaran pasca ditetapkan menjadi DOB. Mulai dari sistem pemerintahan, membedah potensi besar di Pangandaran, bahkan hingga diskusi bagaimana menata pemerintahan di Kab. Pangandaran kedepannya, supaya menjadi daerah otonom yang berkembang pesat, sesuai dengan cita-cita masyarakat Pangandaran.

Pada diskusi tersebut para tokoh Presidium lainnya seperti; sekjen Presdium, Andis Sose, sekretariat, Yulius serta tokoh lainnya seperti; Wagiman, Untung, Sukirman dan Asep, terlibat aktif dalam diskusi tersebut.

Dengan pengalamannya menjadi Walikota Banjar dua periode, dr. Herman mampu memberikan berbagai solusi dalam pertemuan tersebut. Bahkan, sang Walikota bukan biasa versi majalah Tempo itu, meyakinkan, bahwa dinamika yang terjadi di DOB Pangandaran merupakan sesuatu hal biasa bagi sebuah daerah otonom baru.

“Kepedulian sahabat-sahabt di Presidium DOB Pangandaran seperti ini harus terus dipupuk dan ditingkatkan, untuk mengawal sebuah daerah otonom baru dalam mencapai tujuannya yaitu meningkatnya pelayanan publik kepada masyarakat,” jelas dr Herman.

Kabupaten Pangandaran, lanjut Herman, dengan memiliki 10 kecamatan merupakan sebuah DOB yang sangat potensial dalam pencapaian mensejahterakan masyarakatnya. “Nah intinya tinggal bagaimana memanage sebuah pemerintahan yang efektif dan efisien. Sebab, dengan begitu pemerintahan dapat memberikan pelayanan publik yang maksimal kepada masyarakat. Akhirnya, masyarakat akan merasakan perubahan dari manfaat menjadi DOB,” tandas Herman.

Berbagai kebijakan pemerintah kota Banjar yang pro rakyat dibeberkan dr Herman dalam kesempatan itu. Mulai dari berobat gratis, pendidikan gratis, percepatan pembangunan infrastruktur, program dana 1 milyar per/desa, asuransi bagi lansia dan pekerja non formal dan pembangunan rumah tidak layak huni dan banyak lainnya beberapa program yang mampu meningkatkan kemajuan kota Banjar.

Bukan hanya itu, dr Herman pun membagi sedikit tips untuk dapat meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang sudah diraih kota Banjar sebanyak 4 kali berturut-turut.

“Intinya adalah bagaimana kita melakukan pengelolaan keuangan secara baik dan tepat. Saat ini pengelolaan keuangan negara itu harus berbasis kinerja, dan intinya kita harus selalu berpaku kepada aturan yang berlaku mengenai pengelolaan keuangan. Dan itu merupakan sebuah managerial yang kompleksitas,” paparnya.

Diskusi mengenai itu yang terpanjang pada pertemuan itu. Sejumlah tips jitu membuka wawasan baru bagi jajaran Presidium yang dipimpin H. Supratman. Menurutnya, konsultasi kali ini sangat bermanfaat bagi kemajuan DOB Kab. Pangandaran kedepannya.

Tak berselang lama atas antusias tersebut, diluar dugaan Ketua Presidium DOB Pangandaran, H. Supratman BSc. S. AP., dengan tegas meminang DR. dr. H. Herman Sutrisno MM., untuk bersama-sama membangun Kab. Pangandaran.

Saat ditanya HR mengenai pinangan tersebut apakah berhubungan dengan akan diselenggarakannya perhelatan Pemilihan Kepala Daerah untuk kali pertamanya di Kab. Pangandaran yang akan dilaksanakan tahun depan. Dengan tegas, Supratman membenarkan pertanyaan tersebut.

“DOB Kabupaten Pangandaran membutuhkan sosok pemimpin seperti dr Herman yang telah terbukti handal dalam memimpin kota Banjar dalam kurun waktu dua periode. Tidak hanya itu, sejumlah prestasi pemerintahan dan pribadi dr Herman telah banyak diraih dan diakui secara nasioanl. Jadi kenapa tidak kami menginginkannya untuk memajukan Pangandaran,” tegasnya.

Keinginan H. Supratman untuk meminang dr Herman berlaga di Pemilukada Kab. Pangandaran tahun depan, mendapat respon positif dari enam anggota Presidium lainnya. bahkan, Sekjen Presidium, Andis Sose mengatakan, bahwa keinginan tersebut berdasarkan fakta-fakta atas keberhasilan dr Herman dalam memimpin kota Banjar dalam dua periode lalu.

“Saking dicintai masyarakatnya atas keberhasilan kepemimpinannya, pencalonan istri dr Herman dapat memenangkan perhelatan Pemilukada beberapa waktu lalu, dengan perolehan suara yang fantastis,” ujar Andis.

Menanggapi keinginan tersebut, dr. Herman mengatakan kesiapannya untuk bersama-sama membangun Kab. Pangandaran menjadi DOB termaju diselatan Jawa Barat. Namun, hal itu menurutnya harus tetap didasarkan atas niatan meningkatkan pelayanan publik dengan memproduk kebijakan-kebijakan yang pro rakyat.

“Sebelumnya banyak sekali sejumlah unsure masyarakat pakidulan yang datang kepada saya untuk maju dan memimpin Pangandaran. Tetapi dikarenakan aturan perundang-undangan, saya tak mungkin maju menjadi calon Bupati. Jadi, kalau jadi wakil bupati siap. Tujuannya untuk membimbing dan membagi ilmu dalam mengelola pemerintahan daerah,” paparnya dengan nada kesiapan.

Mendengar jawaban seperti itu, H. Supratman dan beberapa anggota Presidium lainnya menyambut suka cita atas berkehendaknya dr Herman untuk membimbing dan membagi ilmu mengenai pengelolaan pemerintahan daerah dengan bersedia menjadi calon wakil bupati Kab. Pangandaran kelak.

“Ini kabar baik yang akan disambut antusias oleh masyarakat DOB Kabupaten Pangandaran,” tukas Supratman. (SBH/Koran-HR)

- Advertisment -