Sabtu, Mei 21, 2022
BerandaBerita BanjarSLBN Banjar Bekali Anak Didik Keterampilan

SLBN Banjar Bekali Anak Didik Keterampilan

Siswa/siswi SLB Negeri Banjar tengah berlatih menari. Jadwal KBM pada hari Sabtu khusus untuk pelajaran keterampilan berbagai macam kreatifitas, salah satunya seni tari. Photo: Dok. SLB Negeri Banjar.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sekolah Luar Biasa (SLB) harus mampu menciptakan murid-muridnya agar saat besar nanti mereka memiliki keterampilan untuk bekal hidupnya. Karena, kesempatan kerja baik di lingkungan pemerintahan ,dan swasta bagi orang-orang yang memiliki kekurangan secara fisik maupun mental masih sangat sulit didapat.

Hal itu dikatakan Kepala SLB Negeri Banjar, Dra. Epi Sopiati, saat ditemui HR di ruang kerjanya, Senin (02/06/2014). Guna menciptakan anak-anak didiknya memiliki keterampilan, selama ini pihaknya juga telah berupaya menerapkan jam pelajaran khusus dengan berbagai kreatifitas.

“Di sekolah kami setiap hari Sabtu khusus untuk jadwal pelajaran keterampilan. Ada beberapa kreatifitas yang diberikan kepada anak-anak, baik penyandang tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa maupun anak autis dari semua tingkatan, SDLB, SMPLB dan SMALB,” kata Epi.

Beberapa kreatifitas itu diantaranya desain grafis, tata boga, tata rias dan kesenian. Menurut Epi, anak-anak tersebut sebetulnya masih memiliki potensi yang bisa dikembangkan, sesuai dengan minatnya masing-masing.

Di SLB Negeri Banjar sendiri, selama ini ada beberapa anak yang sudah mampu mengembangkan kreatifitasnya di bidang desain grafis, yakni membuat pin/bros, gantungan kunci, sablon gelas/mug dan Id Card.

Hasilnya pun tidak kalah rapihnya dengan pekerjaan orang-orang normal, sehingga mereka sudah mampu menjualnya ke pasaran, meskipun lingkupnya masih terbatas, hanya melayani pesanan saja. Selain itu, hasil karya tersebut sering diikutkan dalam kegiatan pameran.

“Setiap orang pasti punya kelebihan, dan itu yang bisa kita gali, kemudian dikembangkan. Selama ini untuk pemasaran pin, gantungan kunci, Id Card dan mug sablon masih dari mulut ke mulut. Namun, yang paling sering ada pesanan membuat pin dan gantungan kunci. Tentu saja mereka mendapatkan hasil dari penjualannya itu,” tutur Epi.

Sedangkan bidang kesenian yang sudah berjalan yaitu seni tari dan mewarnai. Sementara untuk seni musiknya, pihak sekolah belum memiliki guru khusus bidang seni musik. Sehingga, fasilitas yang ada belum bisa dimanfaatkan secara optimal.

“Kalau untuk tata rias, minat dari anak-anaknya belum terlihat. Namun fasilitasnya sudah kami siapkan. Jadi nanti ketika ada anak yang terlihat memiliki potensi ke arah itu, pihak sekolah kami sudah siap,” ujarnya.

Epi menambahkan, murid-murid di SLB Negeri Banjar juga memiliki prestasi yang cukup membanggakan. Selain prestasi di tingkat Gugus, ada pula prestasi tingkat provinsi yang berhasil diraih anak didiknya.

Prestasi tersebut diantaranya juara III lomba baca puisi FLS2N tingkat provinsi yang berhasil diraih anak didiknya penyandang tuna daksa, dan juara III lari 50 meter tuna grahita dalam kegiatan O2SN tingkat provinsi.

“SLB Negeri Banjar mulai berdiri tahun 2010. Saat ini jumlah murid dari seluruh tingkatan sebanyak 71 anak. Sementara untuk jumlah guru PNS ada empat orang, dan tenaga TU PNS empat orang. Kalau keseluruhan guru PNS dan non PNS ada sepuluh orang. Jumlah sebanyak itu memang masih kurang, tapi kami terus berupaya mengoptimalkan yang ada,” pungkas Epi. (Eva/Koran-HR)

- Advertisment -