Kamis, Mei 26, 2022
BerandaBerita BanjarWarga Pasar Banjar Tak Setuju Berdiri Superindo di Cinema Kenanga

Warga Pasar Banjar Tak Setuju Berdiri Superindo di Cinema Kenanga

Pembangunan Cinema Kenanga oleh PT. Mega Sarana di Jl. R. Hamara Effendi, Kota Banjar, sebelumnya diperuntukkan bagi cinema dan area food court. Namun, ternyata dalam gambar perizinannya berubah jadi diperuntukkan bagi pusat perdagangan modern. Photo: Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pembangunan Cinema Kenanga oleh PT. Mega Sarana di Jl. R. Hamara Effendi, yang sebelumnya diperuntukkan bagi cinema dan area food court (stand penjual makanan.red), dan ternyata dalam rancang bangun diperuntukkan bagi pusat perdagangan modern dengan nama Superindo, bukan saja diprotes Walikota Banjar, namun juga sejumlah warga Pasar Banjar.

Jarak lokasi pusat perdagangan modern dengan Pasar Banjar sebagai pasar tradisional terlalu dekat, sehingga warga pasar khawatir hal itu akan berdampak terhadap pelaku usaha di pasar tradisional.

“Saya setuju dengan apa yang dikatakan Bu Wali bahwa dirinya tidak akan memberikan izin kalau untuk pembangunan pusat perdagangan modern. Karena jaraknya dekat sekali dengan pasar tradisional, jadi tidak menutup kemungkinan hal itu bisa saja mematikan usaha para pedagang di pasar tradisional, meski memang rejeki itu sudah diatur Alloh,” tutur Anwar, salah seorang warga pasar, kepada HR, Selasa (17/06/2014).

Dirinya juga mengaku heran dengan berubahnya gambar rancang bangun dalam surat perizinan yang semula untuk Cinema Kenangan, menjadi Superindo. Anwar berharap, pihak Pemerintah Kota Banjar harus bisa mengambil sikap tegas dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Ya harus mengambil tindakan tegas, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jangan sampai seperti toko-toko modern yang akhir-akhir ini marak bermunculan di Banjar, dimana masalah itu tidak tuntas penyelesaiannya. Buktinya toko-toko tersebut semuanya beroperasi, bahkan muncul lagi tang baru,” ujar Anwar.

Pendapat serupa juga diungkapkan Ujang, warga pasar lainnya. Dia mengatakan, sebagai pedagang pasar dirinya memprotes karena tentu akan merugikan pihaknya. Terlebih pembangunan tersebut untuk pusat perdagangan modern.

“Kita juga berharap dinas terkait tidak mengeluarkan izin pembukaan toko modern baru, apapun bentuknya. Yang ada sekarang saja sudah sangat menyulitkan pedagang, apalagi jika jumlahnya ditambah,” harapnya.

Menurut Ujang, kalau lahan bekas Bisokop Kenangan itu diperuntukkan bagi pembangunan cinema dan food court, dirinya sebagai pedagang di pasar tradisional tentu tidak keberatan.

Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Banjar yang namanya enggan dikorankan, mengaku, dirinya tidak terlalu mempermasalahkan terkait dengan adanya perubahan dalam rancang bangun Cinema Kenangan.

“Kalau buat saya sih terserah itu mau dijadikan super market, mall atau apa lah, karena saya yakin rejeki mah moal pahili. Milik mah ti mana we datangna, da Alloh mah pasti ngarejekian umatna, asal kita tetap berusaha,” ujar pedagang tersebut. (Eva/Koran-HR)

- Advertisment -