Senin, Mei 23, 2022
BerandaBerita BanjarRekapitulasi Pilpres KPU Banjar, Prabowo-Hatta Unggul 56,569 Persen

Rekapitulasi Pilpres KPU Banjar, Prabowo-Hatta Unggul 56,569 Persen

Rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pilpres 2014 yang digelar KPU kota Banjar, Rabu, (16/07/2014), dihadiri Kapolda Jabar, Irjen. Pol. Mochammad Iriawan.

Foto: Hermanto/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pilpres 2014 yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Banjar, pada hari Rabu tanggal 16 Juli 2014, pasangan Capres-Cawapres nomor urut 1 Prabowo-Hatta mengungguli pasangan Capres-Cawapres nomor urut 2 Jokowi-JK.

Dengan demikian, hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pilpres di Kota Banjar, pasangan nomor urut 1 Prabowo-Hatta unggul di tiga kecamatan, yakni di Kecamatan Banjar meraih 18.978 suara, di Kecamatan Purwaharja 7.099 suara, dan di Kecamatan Pataruman meraih 17.984 suara. Total keseluruhan yaitu 56.569 suara dengan persentase 53,25 persen.

Sedangkan untuk pasangan nomor urut 2 Jokowi-JK hanya unggul di satu kecamatan saja, yakni Kecamatan Langensari sebanyak 15.561 suara. Sementara di Kecamatan Banjar meraih 13.087 suara, di Kecamatan Pataruman 15.160 suara dan di Kecamatan Purwaharja 5.856 suara. Total keseluruhan sebanyak 49.664 suara dan persentasenya 46,75 persen. Adapun jumlah total suara sah dalam Pilpres 9 Juli kemarin mencapai 106.233 suara.

Rapat pleno yang dihadiri sejumlah tim sukses dari masing-masing pasangan Capres-Cawapres, serta seluruh anggota PPK dari empat kecamatan di Kota Banjar berlangsung aman, lancar, sukses dan kondusif.

Ketua KPUD Kota Banjar, Dani Danial Mukhlis, mengucapkan terimakasihnya kepada KPPS, PPS, PPK, Sekretariat KPUD Banjar, Panwaslu, parpol, Pemkot Banjar, Polri, TNI, tokoh masyarakat dan stakeholders se-Kota Banjar, serta seluruh masyarakat Kota Banjar atas do’a dan kerjasamanya.

“Ada tiga kunci menuju kesuksesan Pemilu, pertama integritas, netralitas dan independensi penyelenggara serta konsistensi terhadap asas-asas penyelenggaraan. Kemudian kedua, sikap kooperatif partai politik peserta pemilu, dan ketiga partisipasi aktif masyarakat,” pungkas Danial. (Hermanto/Koran-HR)

- Advertisment -