Jembatan Cibaruyan di Desa Sukahaji, Kecamatan Cihaurbeuti,Kabupaten Ciamis, proteksi dan abudmen penahan gelagar jembatan ambrol tergerus aliran Sungai Cibaruyan, Rabu (24/07/2014). Foto: Subagja Hamara/HR
Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Akibat umur jembatan yang sudah ujur dimakan usia dan dipicu faktor alam, Jembatan Cibaruyan di Desa Sukahaji, Kecamatan Cihaurbeuti,Kabupaten Ciamis, proteksi dan abudmen penahan gelagar jembatan ambrol tergerus aliran Sungai Cibaruyan. Akibatnya, jembatan penghubung antara Kecamatan Cihaurbeuti dengan Kecamatan Sindangkasih yang berada di jalur nasional ini dipastikan tidak bisa dilalui pemudik.
Sejak Rabu (23/07/2014) malam hingga Kamis (24/07/2014) pagi, wilayah Ciamis terus menerus diguyur hujan lebat. Hal itu pun menyebabkan debit air Sungai Cibaruyan menjadi tinggi dan menjadi salah satu pemicu rusaknya proteksi dan abudmen penahan gelagar jembatan akibat diterjang derasnya aliran air sungai.
Selain itu juga, elevasi sungai yang tajam, dengan mudah mengakibatkan pengikisan pada proteksi jembatan. Sehingga proteksi jembatan pun menjadi keropos dan tergerus aliran air.
Kejadian tergerusnya proteksi dan abudmen penahan gelagar jembatan yang dibangun pada 1982 itu, diketahui warga pada Kamis (24/07/2014) pukul 1.00 WIB. Meski saat itu lalulintas sedikit ramai, namun kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa. Sebab, warga langsung memberhentikan kendaraan-kendaraan yang hendak melintas di jembatan dengan panjang mencapai 29 meter dengan ketinggian mencapai 8 meter tersebut.
Awalnya, warga sekitar mengetahui keroposnya bagian proteksi jembatan, saat memperhatikan posisi tiang listrik yang berada pada bagian abudmen penahan gelagar jembatan yang semakin miring. Kemudian, warga memeriksa sekitar jembatan, termasuk kondisi penahan gelagar yang diketahui keropos.
Warga pun langsung bergegas memberikan peringatan kepada para pengguna jalan lain agar tidak melintasi jembatan Cibaruyan karena dikhawatirkan akan menimbulkan korban. Karena saat itu kondisi lalulintas sedikit ramai, warga pun memberhentikan kendaraan-kendaraan dan mengimbau mengambil jalur alternatif ke jalan Desa Sukahaji dan keluar lagi di Sukamulya Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis.
“Setelah memastikan bahwa bagian bawah jembatan keropos akibat tergerus air sungai, kami pun langsung memberhentikan kendaraan-kendaraan yang akan melintas. Kemudian, kami juga langsung melapor ke pihak kepolisian terkait kejadian ini,” ungkap seorang saksi mata Eman Sudaryana (40) warga Kampung Cianda Desa Sukahaji Kecamatan Cihaurbeuti.
Tidak lama kemudian, untuk mengatur lalulintas karena jembatan tidak bisa dilalui kendaraan, akhirnya Polres Ciamis memberlakukan rekayasa lalulintas. Pengguna jalan pun diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif.
Warga menduga, rusaknya proteksi dan abudmen penahan gelagar jembatan disebabkan elevasi sungai yang tajam. Untuk mengurangi elevasi sungai, warga pun mengharapkan pemerintah agar segera melakukan normalisasi sungai. Sebab, air Sungai Cibaruyan yang merupakan aliran air dari Gunung Sawal langsung menghantam pondasi dan penahan gelagar jembatan.
“Kalau kondisi sungai tetap dibiarkan seperti ini (elevasi tinggi), tidak menutup kemungkinan proteksi jembatan pun akan cepat rusak karena tergerus aliran air,” ucap Eman. (Bgj/R2/HR-Online)