Rabu, Mei 25, 2022
BerandaBerita CiamisAwas! Main Petasan Bisa Dipidana Penjara

Awas! Main Petasan Bisa Dipidana Penjara

Photo  Ilustrasi

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Bermain petasan atau mercon sudah menjadi tradisi bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Tidak peduli anak-anak atau orang dewasa. Jenis permainan ini dianggap menantang dengan bunyinya yang keras dan percikan-percikan bunga api.

Apalagi di bulan Ramadhan, selepas tarawih atau sahur, kebanyakan orang-orang berlomba-lomba memainkannya. Padahal, bermain petasan tidak boleh dilakukan karena hal tersebut melanggar ketentutan UU Darurat nomor 12 tahun 1951.

Dalam UU itu disebutkan bahwa pihak-pihak yang memproduksi dan menjual bahan peledak low explosive ini juga akan dikenakan pidana. Dalam pasal 187 KUHP tentang bahan peledak, diatur soal bahan peledak yang dapat menimbulkan ledakan dan dianggap mengganggu lingkungan masyarakat.

Menurut aturan itu juga, pembuat, penjual, penyimpan, dan pengangkut petasan bisa dikenakan hukuman minimal 12 tahun penjara hingga maksimal kurungan seumur hidup.

Tapi ternyata, ancaman dari UU itu tidak membuat Nurjaman (24), salah seorang penjual petasan di wilayah Kabupaten Ciamis ini merasa takut. Dia mengaku sudah hampir 10 tahun berjualan petasan.

”Iya, saya hampir sudah sepuluh tahun berjualan petasan dan ini saya lakoni setiap akan menjelang puasa sampai lebaran tiba. Hasilnya lumayan untuk bekal lebaran,” ujarnya.

Nurjaman menuturkan, petasan yang dia jual didapatkan dari wilayah Tasikmalaya. Bagi Nurjaman, harga petasan produksi Tasikmalaya itu lumayan terjangkau, sehingga dia bisa menjualnya kembali kepada pengecer.

”Yang membeli petasan dari sini rata-rata pengecer,” katanya. (DSW/Koran-HR)

- Advertisment -