Kamis, Mei 26, 2022
BerandaBerita PangandaranDMO Pangandaran Jadi Rujukan Kemenparekraf

DMO Pangandaran Jadi Rujukan Kemenparekraf

Objek wisata pantai Pangandaran. Foto: Istimewa

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Destination Management Organization (DMO) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menjadi rujukan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk upaya peningkatan aparatur pegawai kepariwisataan. Hal itu terungkap dalam acara Forum Group Discussion (FGD), penyusunan kurikulum dan garis besar program pembelajaran, di Aula Hotel Surya Pesona Pangandaran, pekan lalu.

Kepala Pusdiklat Pegawai Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dra. Riwud Mujirahayu, M.Pd, didampingi tenaga ahli, konsultan penyusunan Kurikulum, Christina L Rudatin.

mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka penyusunan kurikulum aparatur pelayanan sebagai usaha promosi kepariwisataan di daerah.

“Kami hanya bisa memfasilitasi daerah-daerah, kebijakan ada di Kepala Dinas. DMO adalah Partner yang sinergis dan tetap harus ada,” jelas Riwud.

Menurut Riwud, hasil yang dicapai dari kegiatan fasilitasi tersebut adalah penyusunan kurikulum. Dia memperkirakan, penyusunan kurikulum akan rampung pada Bulan Agustus 2014.

Setelah itu, kata Riwud, pembuatan modul pelatihan aparatur pegawai kepariwisataan. Kedepan, aparatur benar-benar bisa menonjolkan potensi wisata yang dapat menarik wisatawan agar betah tinggal di Pangandaran.

Kepala Dinas Pariwisata Perindagkop, dan UMKM Pangandaran, Drs. Suheryana, mengaku pihaknya merasa bangga karena DMO Pangandaran dijadikan sebagai rujukan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sebagai sumber data peningkatan aparatur pegawai kepariwisataan.

“Semua staff di Dinas Kepariwisataan perlu peningkatan kualitas. Untuk peningkatan pelayanan terhadap pengunjung, disiapkan aparatur yang kompeten sebagai mediator, fasilitator, dan menjiwai sapta pesona, ” tandasnya.

Sekretaris DMO Pangandaran, Nanang Kuswanto, mengapresiasi positif upaya pemerintah terhadap program DMO. Pemerintah dapat menggali berbagai kelemahan DMO untuk penyempurnaan dan hasilnya diterapkan kepada aparatur pegawai kepariwisataan.

“Saya yakin DMO adalah satu instrument bagus yang bisa diterapkan di Indonesia. Tinggal bagaimana kita yang menjalanknnya,” pungkas Nanang. (Mad/Koran-HR)

- Advertisment -