Senin, Mei 16, 2022
BerandaBerita BanjarKapolri Pantau Langsung Arus Mudik di Banjar

Kapolri Pantau Langsung Arus Mudik di Banjar

Usai pantau jalur mudik lewat udara, Kapolri, Jendral. Sutarman, didampingi Kapolda Jabar, Irjen. Pol. Mochammad Iriawan, mendarat di lapangan Yonif Raider 323, sekitar jam 10.00 WIB, dan langsung memantau ke perbatasan Banjar-Ciamis, tepatnya di Jl. Brigjen. M. Isa, Kota Banjar.

Foto: Hermanto/HR.

Purwaharja, (harapanrakyat.com)

Kapolri, Jendral. Sutarman, melakukan pemantauan langsung arus mudik Lebaran 2014 di Kota Banjar, Selasa (22/07/2014). Ia beserta rombongan memantau jalur Selatan melalui udara dengan menggunakan sebuah helikopter, dan mendarat di lapangan Yonif Raider 323, sekitar jam 10.00 WIB.

Usai memantau lewat udara, Kapolri beserta Kapolda Jabar, Kapolresta Banjar, Dandim 0613, Danyon 323 Raider, serta unsur muspida lainnya, memantau langsung ke perbatasan Banjar-Ciamis, tepatnya di Jl. Brigjen. M. Isa, Lingkungan Cipadung, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, karena kondisi jalan tersebut tidak rata dan sering amblas sehingga rawan terjadi kecelakaan.

Selain melakukan pemantauan jalur, Sutarman juga mengecek Pos Pengamanan (Pospam) mudik Lebaran untuk memastikan seluruh persiapan dalam rangka menyambut para pemudik yang mulai terlihat ramai sejak Sabtu (10/07/2014).

Kapolri mengaku, pihaknya telah menyiapkan rekayasa arus lalu-lintas pada puncak arus mudik. Terlebih saat ini sebuah jembatan utama yang ada di jalur Pantura, tepatnya di daerah Pemalang, Jawa Tengah, amblas, dan dipastikan akan terjadi kemacetan.

Namun, jika arus mudik melalui jalur Pantura mengalami macet total, maka tidak menutup kemungkinan para pemudik akan dialihkan ke jalur tengah atau jalur Selatan. “Kami sudah menyiapkan antisipasi kemacetan yang akan terjadi, sehingga kami memfungsikan sejumlah jalur untuk jalur alternatif jika Pantura macet,” kata Sutarman.

Menurutnya, berdasarkan pemantauan udara, jalur Selatan saat ini masih dianggap lancar karena belum sepadat jalur Utara. Ia pun menambahkan, mulai H-4, kendaraan truck besar tidak boleh beroperasi, sekalipun bermuatan sembako.

Pasalnya, jika truck bermuatan lebih dari 10 ton tidak bisa melewati jalur Pantura akibat belum rampungnya pengerjaan perbaikan Jembatan Comal di daerah Pemalang.

“Dan kami menghimbau, bagi para pemudik yang menggunakan sepeda motor harus tetap hati-hati, karena jalur cukup padat. Kalau mengemudi lebih dari 4 jam, maka diwajibkan beristirahat di posko-posko yang telah disediakan di sepanjang jalur mudik,” katanya. (Hermanto/Koran-HR)

- Advertisment -