Rabu, Mei 18, 2022
BerandaBerita BanjarPLN Banjar Belum Terima Kenaikan TDL

PLN Banjar Belum Terima Kenaikan TDL

Foto: Ilustrasi

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Terkait dengan rencana pemerintah menaikan tarif dasar listrik yang akan diberlakukan awal Juli mendatang, pihak PLN Kota Banjar, mengaku belum mengetahui mengenai kapan diberlakukannya.

Hal itu dikatakan Supervisor Administrasi PLN Kota Banjar, Rani, ketika ditemui HR di ruang kerjanya, Senin (23/06/2014). Menurut dia, hingga saat ini pihaknya belum menerima draf kenaikan TDL dari pusat.

“Biasanya kalau akan diberlakukannya kenaikan TDL itu ada draf atau bukunya dari pusat. Tapi sampai sekarang kami belum menerimanya, jadi belum tahu kapan diberlakukannya dan apa saja yang naiknya. Kami juga bingung, ko di tv sudah ada beritanya bahwa awal Juli mulai dinaikkan,” ujarnya.

Rani mengaku, pihaknya hanya mengetahui kenaikan tarif listrik yang berdaya besar. Kenaikan tersebut sudah diberlakukan pada bulan Mei 2014, dan pihaknya telah melakukan pertemuan secara langsung dengan para pelanggannya.

“Mudah-mudahan draf kenaikan TDL yang baru bisa secepatnya kami dapat. Nanti kalau sudah ada, kami juga akan mensosialisasikannya kepada masyarakat, salah satunya melalui media massa,” kata Rani.

Kebijakan pemerintah untuk menaikkan tarif dasar listrik melalui Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 9/2014 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan PT PLN, bersifat diskriminatif dan tidak baik bagi jangka panjang.

Pasalnya, kebijakan tersebut akan mengakibatkan berkurangnya daya saing perusahaan terbuka, khususnya pada kelompok industri kecil dan menengah, dalam bersaing dengan perusahaan tertutup yang berada pada pasar bersangkutan yang sama, sebagai akibat kenaikan biaya produksi mereka.

Selain itu, kebijakan tersebut juga dinilai menciptakan disinsentif bagi perusahaan terbuka yang justru menjalankan good corporate governance dalam kegiatan operasionalnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui peraturan tersebut menyesuaikan tarif listrik untuk berbagai golongan. Diantaranya adalah pencabutan subsidi tarif listrik bagi perusahaan terbuka (go public) pada kelompok industri 3 (di atas 200 kVa) dan kelompok industri 4 (di atas 30.000 kVa). (Eva Latifah/Koran-HR)

- Advertisment -