Selasa, Mei 24, 2022
BerandaBerita BanjarPLN Banjar Berlakukan Penyesuaian TTL Awal Juli 2014

PLN Banjar Berlakukan Penyesuaian TTL Awal Juli 2014

Foto: Ilustrasi.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 19 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 9 Tahun 2014 tentang Tarif Listrik Yang Disediakan Oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara, mulai 1 Mei 2014 Tarif Tenaga Listrik (TTL) bagi beberapa golongan mengalami perubahan.

Manager PLN Banjar, Nuri Andriono, didampingi Supervisor Administrasi, Wirani Ayu Wibowoningsih, saat dijumpai HR di ruang kerjanya, Kamis (03/06/2014), mengatakan, penyesuaian tarif listrik ini diberlakukan bagi enam kategori pelanggan yang subsidinya dihapus. Sedangkan bagi pelanggan dengan batas daya 450 VA dan 900 VA tidak mengalami kenaikan.

Sementara untuk kategori pelanggan yang terkena penyesuaian tarif yaitu Industri 1-3 non go publik, Rumah Tangga R-1 (3500 VA s/d 5500 VA), Pemerintah P-2 (>200 kVA), Rumah Tangga R-1 (2200VA), Penerangan Jalan Umum P-3, dan Rumah Tangga R-1 (1300 VA).

“Penghapusan subsidi listrik terhadap enam golongan pelanggan dilakukan melalui kenaikan tariff listrik secara bertahap dua bulanan sampai 1 November 2014,” kata Wirani.

Dia menyebutkan, tahapan penyesuaian tarif tenaga listrik untuk golongan R-1 dengan batas daya 1300 VA diberlakukan mulai 1 Juli-30 Agustus 2014. Adapun biaya pemakaian rupiah/kWh dari tarif sebelumnya Rp. 979/kWh menjadi Rp. 1.090/kWh. Kemudian, pada tahap kedua mulai 1September-31 Oktober menjadi Rp. 1.214/kWh, dan tahap ketiga yang diberlakukan 1 November menjadi Rp. 1.352/kWh.

Selanjutnya, penyesuaian tarif bagi golongan pelanggan R-1 dengan batas daya 2.200 VA, biaya pemakaian rupiah/kWh yang sebelumnya Rp. 1.004/kWh, maka pada tahap 1 menjadi Rp. 1.109/kWh, tahap kedua Rp.1.224/kWh, dan tahap ketiga Rp. 1.352/kWh.

Wirani menambahkan, adanya penyesuaian tarif tenaga listrik ini untuk mempertahankan kelangsungan pengusahaan penyediaan tenaga listrik, penungkatan mutu pelayanan kepada konsumen, peningkatan rasio elektrifikasi, serta mendorong subsidi listrik yang tepat sasaran. (Eva/R3/HR-Online)

- Advertisment -