Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaBerita PangandaranProyek Kirmir Sungai Ciganjeung Pangandaran Kembali Disoal

Proyek Kirmir Sungai Ciganjeung Pangandaran Kembali Disoal

Proyek Pembangunan kirmir Sungai Ciganjeung, di Desa Ciganjeung, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Padaherang, (harapanrakyat.com),-

Proyek pembangunan kirmir sungai Ciganjeung, di Desa Ciganjeung, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, kembali disoal. Pasalnya, pihak rekanan (pemborong) hingga saat ini belum melaporkan kegiatan dan rincian proyek ke pemerintahan desa (Pemdes) setempat. Sementara pihak Pemdes mengaku terus dimintai laporan terkait proyek tersebut oleh Dinas PU dan Hubinfo Pemkab Pangandaran.

Kasi Ekbang, Desa Ciganjeung, Kecamatan Padaherang, Saiman, mengatakan, pihaknya terus mendapat pertanyaan dari Pemkab Pangandaran terkait pembangunan kirmir Sungai Cigenjeung. Sementara pihak rekanan belum pernah melaporkan proyek tersebut ke Pemdes Ciganjeung.

“Ketika kami ditanya, ya dijawab tidak tahu. Karena kami pun tidak tahu nama perusahaan rekanan proyek itu dikerjakan siapa, anggarannya berapa, terus lamanya pekerjaannya berapa hari. Karena hingga saat ini tidak ada koordinasi sama sekali dari rekanan proyek tersebut, “ katanya, kepada HR, Senin (14/07/2014).

Selain itu, lanjut Saiman, di lokasi proyek itu pun tidak terpasang papan proyek seperti lazimnya setiap pengerjaan proyek pemerintah. “ Kami hanya tahu dari pekerja bangunan bahwa proyek itu didanai dari anggaran pemerintah yang dikelola oleh BBWS Citanduy,” katanya.

Dengan begitu, kata Saiman, pihaknya pun kesulitan mencatat segala kegiatan proyek tersebut. Sementara pihaknya terus dimintai laporan oleh Pemkab Pangandaran terkait perkembangan proyek tersebut.

“Memang dari pihak rekanan pernah melaporkan ke kantor Desa. Tetapi tidak memberikan data, malah katanya ngasih uang Rp. 50 ribu, terus pergi begitu saja. Ini kan menjadi pertanyaan kami, apakah proyek itu kegiatan pemerintah apa swasta,” katanya kesal.

Hingga berita ini ditulis, HR belum berhasil mengkonfirmasi pihak rekanan proyek tersebut. HR sempat meminta nomor telepon pemilik perusahaan melalui mandor proyek lapangan. Namun, ketika dikonfirmasi via telepon, tidak diangkat. Begitupun ketika dilakukan konfirmasi via SMS (pesan singkat), tidak dibalas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pembangunan kirmir Sungai Ciganjeung yang dikelola oleh BWWS Citanduy, sepanjang 45 Meter sempat diprotes warga. Pasalnya, plang papan proyek tidak ada dan proses pembayaran pekerja pun tidak jelas.

Dari informasi yang diperoleh, proyek tersebut dikerjakan oleh 13 pekerja. Ada 6 Pekerja dari Banjar dan 7 pekerja dari Desa Ciganjeung. Namun, saat itu tidak ada kejelasan upah yang akan diterima pekerja, karena sudah satu minggu lebih proyek tidak berjalan. (Mad/Koran-HR)

- Advertisment -