Rabu, Mei 25, 2022
BerandaBerita PangandaranSaat Lebaran, Warga di Kalipucang Pangandaran ‘Disambut’ Banjir

Saat Lebaran, Warga di Kalipucang Pangandaran ‘Disambut’ Banjir

Akibat anak Sungai Citanduy meluap, puluhan rumah warga di Dusun Kalipucang, Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, terendam banjir, Minggu (27/07/2014). Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengakibatkan beberapa anak sungai yang bermuara ke Sungai Citanduy, meluap. Akibatnya, puluhan rumah warga di Dusun Kalipucang, Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, terendam banjir, Minggu (27/07/2014). Warga setempat yang tengah mempersiapkan perayaan Idul Fitri, terpaksa harus disibukan membersihkan lumpur dan air banjir.

Dari pantauan di lapangan, banjir melanda daerah tersebut sudah terjadi dalam dua hari terakhir ini. Bahkan, kemarin sore air banjir kembali naik. Naiknya air banjir yang menggenangi pemukiman warga ini diakibatkan dari berbaliknya aliran air di beberapa anak sungai menyusul tidak mengalirnya ke muara sungai. Hal itu terjadi akibat dorongan rob dari laut selatan Pangandaran yang saat ini tengah meninggi akibat anomali cuaca.

Sementara itu, ketinggian air banjir di pemukiman warga kemarin sore mencapai kurang lebih 50 hingga 70 cm. Dede Lesti Nuraeni, warga setempat, mengaku khawatir banjir terjadi kembali di saat warga tengah merayakan hari raya Idul Fitri. Pasalnya, pontensi hujan masih dimungkinkan terjadi di daerah tersebut. “Kalau hujan lagi, apalagi dengan intensitas tinggi, kita khawatir Sungai Citanduy kembali meluap,” katanya.

Menurut Dede, di kampung halamannya, bencana banjir sudah menjadi langganan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Dia pun mengaku heran pihak pemerintah setempat tidak melakukan upaya untuk mengatasi banjir di daerah tersebut. Padahal, banjir terjadi bukan kali pertama.

“Memang warga di sini sudah terbiasa terkena dampak banjir. Tetapi, kalau terus-terusan seperti ini, kami pun bosan,” ujar Dede menggerutu. (Ntang/R2/HR-Online)

- Advertisment -