Minggu, Agustus 14, 2022
BerandaBerita CiamisAda Pesantren di Ciamis Siap Gabung dengan ISIS, Kodim Waspada

Ada Pesantren di Ciamis Siap Gabung dengan ISIS, Kodim Waspada

Foto: Ilustrasi

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dandim 0613 Ciamis, Rudi Jan Pribadi, membenarkan ada pemilik salah satu pondok pesantren di Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis yang sudah menyatakan kesiapannya bergabung dengan ISIS (Islamic State of Iraq and Suriah), sebuah organisasi asal Timur Tengah yang dilarang aktivitasnya di Indonesia.

“Kita terus pantau kegiatan di pesantren tersebut. Namun, hingga saat ini aktivitas di pondok pesantren itu belum menampakan gejala-gejala yang mengarahkan warga di sekitarnya bergabung dengan ISIS,” katanya, kepada wartawan, usai pelantikan Anggota DPRD Ciamis, Selasa (05/08/2014).

Rudi menegaskan, pihaknya bersama Polri akan tegas melaksanakan perintah dari pemerintah yang menyebutkan larangan penyebaran ideologi ISIS di Indonesia. “Kami akan bersikap tegas apabila ada aktivitas yang dijalankan di pondok pesantren tersebut yang bertentangan dengan falsafah Pancasila,” tegasnya.

Rudi mengungkapkan, meski sejauh ini kegiatan di pondok pesantren tersebut masih berjalan wajar, namun pihaknya tetap akan mengawasinya. Apalagi, pemilik pondok pesantren itu sudah menyatakan kesiapannya bergabung dengan ISIS. ” Kami tentunya terus waspada,” katanya.

Menurut Rudi, kewaspadaan tersebut dilakukan karena dikhawatirkan berawal dari pondok pesantren itu akan merekrut warga lain yang ada di sekitar pondok pesantren tersebut.

Rudi menambahkan, berdasarkan informasi dan data-data yang dimilikinya, di pondok pesantren tersebut saat ini hanya untuk pembelajaran keagamaan khusus untuk keluarga pemilik pondok pesantren. “Kami belum mendapatkan informasi bahwa ada warga di luar keluarga pemilik pesantren yang ikut belajar di sana,” katanya.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia melarang segala bentuk penyebaran ideologi ISIS di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan ISIS bukanlah masalah agama, melainkan ideologi yang dianggap bertentangan dengan ideologi Pancasila. (Her/Red/R2/HR-Online)