Senin, Agustus 8, 2022
BerandaBerita CiamisDekan FKIP Unigal Ciamis: Peluang jadi PNS Minim, Wirausaha Solusinya

Dekan FKIP Unigal Ciamis: Peluang jadi PNS Minim, Wirausaha Solusinya

Foto: Ilustrasi

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Dr. H. Kusnandi, M.Pd, mengarahkan mahasiswa calon tenaga pendidik (guru) dibawah binaannya untuk mau berwirausaha. Hal itu sebagai salah satu solusi menghadapi minimnya peluang menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Ketika ditemui HR, di ruang kerjanya, Senin (18/8/2014), Kusnandi, mengakui, minat masyarakat untuk menjadi PNS masih begitu tinggi. PNS dianggap sebagai sebuah pekerjaan yang menjanjikan, menenangkan, dan mengamankan.

Dia berpendapat bahwa sebagian masyarakat masih berkutat pada mindset lama mereka, yakni keinginan untuk menjadi PNS. Dalam lingkup keluarga, misalnya, sering dijumpai bagaimana orang tua mendoktrin anaknya untuk menjadi seorang PNS.

Jika gagal menjadi PNS, sang anak diharapkan dapat bekerja di sebuah perusahaan swasta. Intinya, sang anak harus menjadi sosok pekerja, bukan pengusaha. Pilihan pertama adalah PNS, kedua adalah bekerja di sebuah perusahaan.

“Memang orang tua kita sekarang ini masih beranggapan, PNS itu enak, PNS itu terhormat, PNS itu terjamin hidupnya,” katanya.

Sementara itu, kata Kusnandi, di sekolah-sekolah, anak-anak biasa dijejali dengan pendidikan-pendidikan yang berorientasi pada how to work (bagaimana cara bekerja), bukan how to create a work (bagaimana cara menciptakan pekerjaan).

Dari semua mata pelajaran yang diajarkan, hanya sedikit yang berorientasi pada kreativitas dan inovasi peserta didik. Yang ada hanyalah pendidikan berorientasi buku yang lebih banyak mengajarkan mengenai teori. Sedang gap antara teori dengan praktik dan kegiatan-kegiatan yang mengasah kreativitas dan inovasi peserta didik, masih terlalu jauh.

Di luar itu semua, tatkala pemerintah membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), ada puluhan (atau mungkin ratusan) ribu anak bangsa yang mencoba peruntungannya. Lulusan-lulusan perguruan tinggi beken, dengan berbagai macam jurusan favorit, ramai-ramai mendaftarkan dirinya untuk menjadi pelayan masyarakat.

“Mereka itu berkeinginan untuk bekerja di instansi-instansi pemerintah. Sementara yang mencoba menggeluti dunia usaha, hanya beberapa persen saja,” ucapnya.

Menurut Kusnandi, tidak sepenuhnya benar pandangan yang menyatakan bahwa menjadi PNS itu serba enak, serba santai, serba nyaman, dan serba terjamin. Toh, peluang untuk meraih pekerjaan itu sangat minim.

Untuk itu, Kusnandi terus berupaya menyarankan kepada mahasiswanya untuk mau berwirausaha dan memiliki jiwa enterpreneur, membuka lapangan pekerajaan, bukan justru mencari-cari pekerjaan. (Deni/Koran-HR)